Tim Robotik Indonesia Kalah dari Korea Karena Belum Terapkan 5G

Tim Robotik Indonesia Kalah dari Korea Karena Belum Terapkan 5G

Tim Robotik Indonesia Kalah dari Korea Karena Belum Terapkan 5G

Pada 11 Agustus 2019, dalam ajang Federation of International Robot-sport Association

(FIRA) Roboworldcup 2019, tim Robotika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menerima kekalahan dari tim robotik negara Korea.

Penyebabnya adalah persoalan jaringan internet, hal tersebut diungkapkan Mochamad Ashari, Rektor Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Surabaya, Jawa Timur.

Menurut Ashari, mahasiswanya kalah dari robot buatan mahasiswa Korea. Artinya, kompetitor dalam kompetisi tersebut mereka sudah mempersiapkan robotnya menggunakan jaringan internet 5G.

“Sementara mahasiswa kami menggunakan 4G. 4G itu ada delay.

Jadi robot mahasiswa ITS suruh nendang, dia lama nendangnya. Makanya, kita berharap untuk bisa cepat menerapkan 5G,” ujar Ashari, di Surabaya saat uji coba 5G.

Diketahui, saat kompetisi bertaraf Internasional, tim Robotika ITS memboyong delapan robot andalan untuk memperebutkan gelar juara dari tiga kategori lomba yang berbeda.

Dia mengungkapkan, sebelumnya FIRA merupakan kompetisi robot internasional yang diperuntukkannya khusus sepak bola, makanya disebut sebagai Federation of International Robot-soccer Association.

Namun ada berbagai kategori lomba lain yang baru, seperti panahan

, angkat beban, robot terbang, dan lain lain.

Baca Juga :Uji Jaringan 5G, 3 Indonesia Gaet Mahasiswa dengan Hologram

Tim ITS mengikuti tiga kategori lomba, yaitu HuroCup, RoboAir, dan RoboSot. Untuk kategori HuroCup. Tim ITS bersaing dalam divisi sepak bola, angkat beban, panahan, lari, dan halang rintang.

“Namun tim robotik ITS kalah, akan tetapi itu menjadi pembelajaran bagi ITS sehingga dengan adanya uji coba 5G di ITS membuat mahasiswa cepat mengetahui seperti apa manfaatnya yang dapat diterapkan,” tutup Ashari.

 

Sumber :

https://thesrirachacookbook.com/