Sejarah Sistem Kerja Paksa (Rodi)

Sejarah Sistem Kerja Paksa (Rodi)

Sejarah Sistem Kerja Paksa (Rodi)

Pada akhir abad ke-18 di Eropa

terjadi perubahan politik. Pada tahun 1806, Kaisar Prancis Napoleon Bonaparte berhasil menaklukkan Belanda. Setelah itu, Napoleon mengubah bentuk negara Belanda dari republik menjadi kerajaan. Sebagai gubernur jenderal Belanda di Indonesia, Napoleon mengangkat Herman willem Daendels dengan tujuan mempersiapkan diri dalam menghadapi serangan dari Inggris.

Untuk memperkuat pertahanan di Pulau Jawa

Herman Willem Daendels memerintahkan membuat jalan raya yang sangat panjang. Jalan raya tersebut terbentang dari Anyer, Bantern sampai Panarukan, Jawa Timur. Tujuan pembuatan jalan raya itu adalah mempercepat pergerakan pasukan Belanda bila terjadi peperangan. Untuk mempercepat pembuatan jalan raya tersebut, Herman Willem Daendels memerintahkan rakyat Indonesia untuk bekerja paksa tanpa upah. Bagi rakyat yang membangkang akan disiksa. Dengan adanya kerja paksa tersebut, rakyat semakin menderita. Tidak sedikit rakyat yang menjadi korban. Banyak rakyat yang mati kelaparan dan terserang penyakit malaria. Kerja paksa yang dilakukan Daendes tersebut disebut dengan rodi

Apa yang dilakukan oleh Herman Willem Daendels

tersebut membuat hubungannya dengan penguasa pribumi menjadi renggang. Adapun salah seorang pribumi yang menentang Herman Willem Daendels adalah Pangeran Kusumadinata dari Sumedang, Jawa Barat, Pangeran Kusumadinata tidak rela melihat rakyat Sumedang yang ikut kerja paksa menjadi korban.

Akhirnya kekejaman yang dilakukan oleh Herman Willem Daendels terhadap rakyat Indonesia didengar oleh Napoleon. Pada tahun 1911 Herman Willem Daendels dipanggil kembali ke Belanda dan digantikan oleh Janssens.


Sumber:

https://kelasips.co.id/