Penarikan Galaxy Note 7 Menyakitkan Samsung

Penarikan Galaxy Note 7 Menyakitkan Samsung

Penarikan Galaxy Note 7 Menyakitkan Samsung

SAMSUNG Electronics Co Ltd telah menarik kembali produk gawai cerdas Galaxy Note 7 setelah menerima sejumlah laporan terjadinya ledakan baterai dan pirantinya rawan terbakar. Pasar andalan global perusahaan asal Korea Selatan itu pun menghentikan pemesanan perdana bagi pelanggan mereka.

Koh Dong-jin, kepala bisnis Samsung di Seoul menolak untuk mengomentari berapa banyak gawai Galaxy Note 7 yang perlu diganti secara global, namun mengatakan bahwa pabrikannya sejauh ini telah menjual 2,5 juta perangkat kelas premium.

Berbicara pada konferensi pers pada hari Jumat (2/9), Koh menyatakan penyesalan atas penarikan produk (recall) Galaxy Note 7 karena akan mempengaruhi pasar andalannya, termasuk di Korea Selatan dan Amerika Serikat (AS).

Namun, sejauh ini Samsung belum menarik kembali produk sejenis

untuk model di China, yang dilaporkan Reuters memiliki baterai berbeda dibanding sebaran di negara lain.

Penarikan kembali Galaxy Note 7 datang hanya dua minggu setelah vendor seluler berskala terbesar itu meluncurkannya. Samsung sempat menggelontorkan produk Galaxy Note 5, namun tidak ada Galaxy Note 6 lantaran langsung memasarkan series Note 7, yang diiklankan memiliki layar dan kamera resolusi tinggi dilengkapi sensor pemindai iris mata penggunanya.

Pabrikan sejauh ini berencana untuk mengganti ponsel tidak hanya

dengan baterai yang rusak dijual kepada konsumen, tetapi juga persediaan pengecer dan unit yang sudah dalam perjalanan. Ada perkiraan bahwa lebih dari sejuta unit telah terjual kepada konsumen setelah periode pra-penjualan (pre-order).

“Saya tidak bisa mengomentari persis berapa banyak biayanya

, tapi itu menyakitkan,” kata Koh.

Strategy Analytics menilai biaya gabungan penarikan dan penjualan yang hilang akan memangkas pendapatan Samsung dari jenis produk gawainya tahun ini, dan memotong margin keuntungan senilai 1,5 persen.

 

sumber :

https://cialis.id/batas-wilayah-laut-indonesia/