Berita Tentang Hewan Menarik

Apa itu Basis Data dan konsep dasarnya

Apa itu Basis Data dan konsep dasarnya

Apa itu Basis Data dan konsep dasarnya

Basis Data (Database)

Basis data (bahasa Inggris: database), adalah sebuah kumpulan informasi yang disimpan di dalam sebuah komputer dengan cara sistematik sehingga bisa dapat diperiksa dengan menggunakan program komputer untuk bisa memperoleh informasi dari sebuah basis data itu sendiri. Perangkat lunak yang dipakai untuk mengelola subuah kuery  basis data bisa disebut juga sistem manajemen basis data (database management system, DBMS). Sebuah sistem basis data dipelajari dalam pengetahuan ilmu informasi.

Istilah kata “basis data” berawal dari sebuah ilmu komputer. Meski kemudian bisa diartikan bisa semakin luas, memasukkan hal  yang di luar sebuah bidang elektronika,mengenai basis data komputer. Catatan yang hamper sama dengan basis data sebenarnya sudah pernah ada sebelum revolusi industri yaitu dalam bentuk buku besarnya, kuitansi dan kumpulan data yang berhubungan dengan bisnis.

Konsep Dasar

Konsep dasar dari database ialah sekumpulan dari sebuah catatan-catatan, ataupun potongan-potongan dari pengetahuan. Basis data memiliki penjelasan terstruktur tentang sebuah jenis dan fakta yang akan disimpan di dalamnya.

Sekema

Penjelasan itu disebut juga dengan skema. Skema bisa menggambarkan sebuah objek yang diwakili dalam suatu basis data, dan hubungannya dengan obyek tersebut. Ada banyak sekali cara untuk dapat mengorganisasi skema, atau bisa memodelkan struktur sebuah basis data : bisa dikenal sebagai model basis data atau model data. Model yang umum dipakai sekarang ialah model relasional, menurut istilah layman bisa mewakili semua informasi dalam sebuah bentuk tabel-tabel yang saling berhubungan dan dimana setiap table itu terdiri dari baris dan kolom (definisi yang sebenarnya ialah menggunakan terminologi matematika).

Dalam model seperti ini, hubungan antar tabel diwakili dengan menggunakan nilai yang sama dalam sebuah tabel. Model yang lainnya seperti model hierarkis dan juga model jaringan memakai cara yang lebih mudah untuk mewakili hubungan antar table tersebut.

Istilah database mengarah pada koleksi dari sebuah data-data yang saling berhubungan, dan perangkat lunak seharusnya mengarah kepada sistem manajemen basis data (DBMS/database management system). Jika konteksnya sudah mengarah jelas, banyak administrator dan programer yang memakai istilah basis data untuk kedua arti itu.

Sejarah Internet di Indonesia hingga sekarang

Sejarah Internet di Indonesia hingga sekarang

Sejarah Internet di Indonesia hingga sekarang

Sejarah Internet di Indonesia

Sejarah internet Indonesia diawali pada tahun 1990-an. Pada saat itu sebuah jaringan internet di Indonesia lebih dikenal dengan sebutan paguyuban network,  Berbeda dengan keadaan Internet di Indonesia perkembangan yang terasa lebih komersial dan individual di sebagian besar aktivitasnya, terutama sekali yang melibatkan perdagangan di sebuah Internet. Sejak tahun 1988, ada pengguna pertama Internet Indonesia yang memanfaatkan  CIX (Inggris) dan Compuserve (AS) untuk mengakses sebuah internet.

Awal internet di Indonesia

Berdasarkan catatan sebuah badan whois ARIN dan APNIC, protokol Internet (IP) yang pertama mendaftarkan Indonesia ke internet adalah UI-NETLAB (192.41.206/24) didaftarkan oleh Universitas Indonesia pada 24 Juni 1988. RMS Ibrahim, Suryono Adisoemarta, Muhammad Ihsan, Robby Soebiakto, Putu, Firman Siregar, Adi Indrayanto, dan Onno W. Purbo inilah beberapa nama-nama legendaris di awal pembangunan Internet di Indonesia pada tahun 1992 hingga 1994. Masing-masing personal telah melibatkan kontribusinya dan keahlian maupun dedikasinya  dalam membangun cuplikan sejarah jaringan komputer di Indonesia.

Internet Service Provider Indonesia

Sekitar tahun 1994 dimulai beroperasi IndoNet yang dipimpin oleh Sanjaya. IndoNet merupakan ISP komersial yang pertama di Indonesia. Di masa itu pihak POSTEL belum mengetahui tentang sebuah celah bisnis Internet & masih sedikit pengguna Internet di Indonesia. Sambungan awal ke sebuah Internet dilakukan memakai dial-up oleh IndoNet, Lokasi IndoNet masih di daerah Rawamangun di kompleks dosen UI, kebetulan juga orang tua Sanjaya adalah seorang dosen UI. Akses awal di IndoNet mula-mula menggunakan mode teks dengan shell account, browser lynx dan email client pine serta chatting dengan conference pada server AIX. Tahun 1995, pemerintah Indonesia melalui Departemen Pos Telekomunikasi menerbitkan ijin untuk ISP yang diberikan kepada IndoNet yang dipimpin oleh Sanjaya dan Radnet pimpinan BRM. Roy Rahajasa Yamin.

Perkembangan Internet di Indonesia

Di mulai pada tahun 1995 beberapa BBS di Indonesia seperti Clarissa menyediakan sebuah jasa akses Telnet ke luar negeri. Dengan memakai remote browser Lynx di AS, pemakai Internet di Indonesia bisa mengakses sebuah Internet (HTTP).

Perkembangan yang terakhir dan perlu diperhitungkan ialah trend ke arah e-commerce dan warung internet yang satu & lainnya saling menunjang membuat masyarakat Indonesia yang lebih solid di dunia informasi dan telekomunikasi. Rekan-rekan di e-commerce membangun komunitas di beberapa mailing list utama conothnya : [email protected], [email protected], [email protected] & [email protected]

SMK Bumi Nurani Camp, Sekolah Musik Satu-satunya di Ciamis

SMK Bumi Nurani Camp, Sekolah Musik Satu-satunya di Ciamis

SMK Bumi Nurani Camp, Sekolah Musik Satu-satunya di Ciamis

Gemericik aliran suara Sungai Cileueur terdengar begitu syahdu saat tim Jabar Ekspres tiba di SMK Bumi Nurani Camp

(BeNC) di Jalan Sukalena, Desa/Kecamatan Cijeunjing, Kabupaten Ciamis, Sabtu (13/1) siang. Dari dalam gedung, terdengar alunan gamelan menyibak keheningan yang dimainkan sembilan orang. Siapakah mereka? Sedang apa mereka? Simak laporan Andy Rusnandy dari Ciamis.

———-

SUASANA pedesaan begitu terasa ketika memasuki Jalan Sukalena. Di sepanjang jalan menuju sekolahan, area perkebunan di kanan kiri menyambut dengan hangat. Sunyi dan sepi sekali. Tak terlihat ada aktivitas apapun. Hanya tongeret saja yang terdengar lantang bersuara bersahutan.

Akses jalan hanya cukup untuk dilewati satu mobil. Jika berpapasan, salah satunya terpaksa harus mengalah.

Mencari lahan yang agak longgar untuk membiarkan mobil lainnya lewat. Begitu juga ketika berpapasan dengan motor.

Meski berada di pedesaan, lokasinya dekat dari jalan utama, Jalan Raya Ciamis-Banjar. Jika jarak tempuh dimulai dari Bandung hanya menghabiskan waktu kurang lebih 4 jam. Sekitar 200 meter sebelum SMPN 1 Cijeunjing belok kiri ke Jalan Desa Cijeunjing. 10 menit dari situ belok kiri lagi menuju Jalan Sukalena. Sekolahan berada di sebelah kanan jalan tak jauh dari belokan itu.

Untuk memudahkan berkunjung, bisa menggunakan Google Maps atau aplikasi lokasi lain. Tinggal search SMK BeNC Ciamis. Maka akan muncul lokasinya dan tinggal klik kemudian mengemudi. Mudah ditemui.

Sepintas seperti tak ada aktivitas apa-apa. Namun jangan salah, pengunjung pasti akan takjub

jika mengetahui peranan sekolah. Sebab, ini merupakan sekolah musik satu-satunya di Kabupaten Ciamis. Berada di pedesaan pula. Pas untuk mendalami seni musik dengan suasana heningnya.

“Bidang studi sekolah kami yaitu seni, bidang keahlian seni musik, kompetisi keahlian seni musik popular dan tradisional,” kata Ketua Yayasan Bumi Nurani Endang Cece merangkap Kepala SMK BeNC kepada Jabar Ekspres di lokasi.

Semula, sekolah ini berawal dari Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Paket B dan C. Pendirinya yakni neneknya Elih Sudiapermana. Elih saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung. Sekolah itu didirikan pada tahun 2006 di atas lahan milik pribadi neneknya Elih.

Pada Januari 2008, PKBM yang semula tepat berada di pinggir jalan, dipindah agak ke belakang. Bangunan awal dibongkar. Dibuatkan bangunan yang baru yang lebih representatif dari dana bantuan. Kegiatan belajar mengajar terus aktif hingga tahun 2015.

 

Baca Juga :

 

 

Siapkan Sanksi Bila Ada Pungli KIP

Siapkan Sanksi Bila Ada Pungli KIP

Siapkan Sanksi Bila Ada Pungli KIP

SOREANG – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung akan memberikan sanksi

berat secara administrasi sampai pidana kalau terbukti ada oknum tenaga pendidik berani memungut atau mengkondisikan bantuan siswa dari Program Kartu Indonesia Pintar (KIP).

Menurutnya, secara aturan dinas pendidikan tidak terlibat langsung mulai pendataan siswa penerima KIP. Sebab, proses pendataan dari pemerintah pusat melalui kementerian Sosial pihaknya, hanya menerima tembusan untuk diberitahukan kepada pihak orang tua untuk segera mencairkan bantuan tersebut.

”Proses pencairan tidak tau karena bank langsung dengan penerima,

pengawasan proses pencairanpun tidak,” Kata Juhana, kepada Wartawan di soreang kemarin, (23/1). Menurutnya, proses pencairan bantuan KIP tersebut, langsung dilakukan pihak Bank dengan penerima. Pihak disdik hanya menerima tembusan dari pemerintah pusat, dan diteruskan ke sekolah untuk diberitahukan kepada siswa penerima KIP.

”Kami tidak bisa ikut serta terlalu dalam, karena mulai data sampai pencairan menjadi

kewenangan Bank dan siswa penerima,” tukasnya

Juhana menegaskan, pihaknya akan memberikan sanki kepada oknum tenaga pendidik yang berani main main dengan KIP, karena program tersebut murni hak siswa penerima KIP. Bahkan, Disdik sudah mengeluarkan peringatan berupa surat edaran kepada seluruh sekolah agar jangan memungut dana dari program KIP.

”Larangan keras sudah disampaikan kepada semua sekolah, untuk tidak main main dengan program KIP dengan alasan apapun,” tegasnya

 

Sumber :

https://nashatakram.net/

Banyak Sekolah Belum Terima BPMU

Banyak Sekolah Belum Terima BPMU

Banyak Sekolah Belum Terima BPMU

CICALENGKA – Beberapa Kepala sekolah SMA/SMK swasta di wilayah Bandung Timur

membantah telah menerima Bantuan Menengah Pendidikan Universal (BPMU) 2017 yang diberikan Gubernur Jawa Barat. Padahal, berdasarkan data yang diperoleh Jabar Ekspres daftar penerima BPMU diberikan dalam bentuk kepada seluruh sekolah SMA/SMK swasta se Jawa Barat pada tahun anggaran 2017 lalu.

Ketua yayasan SMK Maarif Cicalengka, Asep Deni Azis membantah, tidak pernah menerima dana batuan hibah dari pemprov Jabar. Sehingga, jika benar informasi tersebut seharusnya pihak Disdik Jabar harusnya mnyeosialisasikannya.

’’Jika benar ada alokasi bantuan tersebut ini harus ditindak lanjuti, yang jelas saya tidak menerima

dana bantuan tersebut’’ jelas Asep ketika ditemui kemarin (17/1)

Sementara itu, Kepala Sekolah SMK BBI Cicalengka, Dadang Supriatna mengatakan, untuk tahun anggaran 2017, pihak sekolah tidak mengajukan dana BPMU.

’’Saya tidak menerima dana dari Pemprov teraebut, ada juga tahun kemarin untuk mendirikan bangunan fdasilitas belajar pada 2016 lalu,” ucap dia.

Dirinya mengaku, sampai saat ini pihak yayasan memang sedang mengalami kesulitan keuangan

. Sehingga, jika memang ada pada 2017 lalu seharusnya pihak sekolah diberitahu.

Menyikapi hal ini salah satu lembaga pemerhati anggaran pemerintah dari Divisi Investigasi Badan Pekerja Nasional Indonesian Corruption Investigation (BPN ICI) Jawa Barat, Heryawan Azizi memaparkan, BPMU merupakan bantuan keuangan diberikan Pemprov Jabar atas usulan melalui Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrembang) lalu.

Menurutnya, dari hasil analisa dan temuan dilapangan mengindikasikan bahwa bantuan kemungkinan diberikan tidak berdasarkan usulan atau pengajuan. Hal ini, terbukti dari beberapa sekolah ketika ditanyakan langsung malah mengaku tidak menerima.

’’Kita sudah cek sekolah sekolah tersebut, dalam daftar yang tersebar tercatat ada tetapi setelah di cek tidak menerima bantuan tersebut,”jelas dia.

Heryawan mengaku, data penerima bantuan diperoleh BPN ICI dari dokumen Peraturan Gubernur Provinsi Jawa Barat (Pergub) Nomor 102 Tahun 2016 tertanggal 30 Desember 2016. Bahkan, bantuan tersebut tiap sekolah mencapai ratusan juta rupiah.

 

Sumber :

https://egriechen.info/

Krisis dan Bank Dunia

Krisis dan Bank Dunia

Krisis dan Bank Dunia

Ada yang menganggap bahwa Bank Dunia lebih sebagai “Si Tangan Besi” daripada “Dewa Penolong”. Pinjaman hanya diberikan bila negara pengutang menurunkan nilai nominal utang luar negerinya, juga bila perusahaan negara diprivatisasi, dan bila pasar negara tersebut dibuka lebar. Bagi negara berkembang hal ini seringkali menandakan adanya peningkatan pengangguran dan disunatnya bantuan sosial. Demo dan mogok makan yang memprotes syarat-syarat tersebut telah banyak memakan korban. Akan tetapi, yang menjadi masalah terbesar adalah tanpa preferensi dari Bank Dunia dan IMF, semua lembaga keuangan dunia, termasuk swasta, akan menghentikan kucuran dananya.

Negara berkembang pasti hanya gigit jari saja, jika negara maju menghentikan semua bantuan dananya, termasuk juga Indonesia, yang menurut saya masih belum pulih benar dari krisis multidimensional yang melanda pada tahun 1997. Memang, negara kita tercinta seperti disuruh untuk makan buah simalakama. Bagaimana tidak? Pilihan yang dimiliki sama-sama sulit. Pada suatu sisi, tanpa bantuan dari Bank Dunia, Indonesia akan mengalami kesulitan keuangan yang teramat sangat, tetapi di sisi lain … jika Indonesia menerima bantuan dana (alias hutang) dari Bank Dunia, maka hal itu sebenarnya malah sama saja dengan menghancurkan stabilitas negara secara perlahan, tetapi pasti. Susahnya jadi anak Indonesia … setiap bayi yang baru saja terlahir ke dunia di tanah air Indonesia telah menanggung hutang hampir 10 juta (itu dulu, kalo sekarang saya tidak tahu).

Hingga pada akhirnya, Indonesia pun menerima segala persyaratan yang diajukan oleh Bank Dunia. Memang susah sebenarnya mengambil keputusan tersebut. Namun, mungkin saja pemerintah memiliki berbagai pertimbangan. Walaupun, akibatnya sekarang ini cukup fatal. Salah satunya terlihat dari privatisasi PDAM di Jakarta. PDAM Kota Jakarta diharuskan untuk berbagai saham dengan Palija dari Perancis dan Tamija dari Inggris. Hingga hasilnya sekarang ini … PDAM mengalami kerugian setiap tahun yang jumlahnya semakin membengkak setiap tahun. Palija dan Tamija pun ternyata belum mampu menyediakan kebutuhan air bersih bagi masyarakat Jakarta, begitu pula pelayanannya yang ternyata kurang memadai. Hal ini pun meningkatkan beban negara yang sudah berat menjadi tambah berat

Sumber : https://downloadapk.co.id/

Pola dan Proses Migrasi

Pola dan Proses Migrasi

Pola dan Proses Migrasi

Adapun, salah satu usaha yang digunakan untuk mengatasi keterbatasan-keterbatasan tersebut adalah dengan melakukan SUPAS pada 1995 yang menyertakan lebih banyak data tentang migrasi daripada sensus-sensus sebelumnya atauapun survei nasional. Sayangnya, hasil dari SUPAS terebut belum tersedia dalam paper ini.

Sejak terdapat perubahan kecil hingga tahun 1995, SUPAS mengenai data migrasi nasional di Indonesia, wawasan kita mengenai pola, proses, dan dampak migrasi menjadi semakin luas. Hal tersebut dikarenakan oleh adanya beberapa studi kasus yang rumit dan juga survei-survei sub-nasional. Studi-studi kasus itu digunakan dalam paper ini untuk menunjukkan gambaran umum dan kecenderungan yang muncul pada migrasi di Indonesia.

Bentuk yang spesifik dari migrasi yang semakin meningkat adalah adanya peningkatan jumlah TKI yang pergi ke luar negeri maupun tenaga kerja asing yang masuk ke Indonesia. Dan, Departemen Tenaga Kerja lah yang bertugas mencatat pergerakan TKI yang bersifat sementara dan para ekspatriat yang datang ke Indonesia untuk bekerja. Laporan dari Depnakertrans tersebut hanya menjelaskan tentang registrasi resmi dan mengabaikan adanya migrasi gelap, yang jumlah sebenarnya lebih besar daripada yang tercatat secara resmi.

Perubahan Tingkat Migrasi Penduduk
Tiada suatu keraguan bahwa telah terjadi peningkatan migrasi yang besar dari dua dekade yang lalu. Hal tersebut terjadi sebagai akibat dari adanya perubahan sosial ekonomi dan revolusi besar dalam perkembangan transportasi. Namun, sayangnya perubahan-perubahan tersebut cukup sulit dihitung di Indonesia. Walaupun demikian, pengukuran yang terbatas ini dapat menunjukkan bahwa sejak lebih dari 2 dekade yang lalu, terdapat 69% pria dan 79% wanita yang melakukan migrasi dari tempat tinggal asalnya.

Selain itu, salah satu perubahan yang menonjol adalah perkembangan jumlah kendaraan bermotor di Jawa, baik kendaraan pribadi maupun umum. Pada umumnya, setiap komunitas masyarakat mendapatkan pelayanan transportasi umum. Hal ini tampak pada adanya pengurangan yang drastis dalam jumlah penduduk per motor sejak lebih dari 2 dekade yang lalu. Pada tahun 1993, hanya terdapat 17 WNI/kendaraan bermotor (termasuk sepeda motor), menjadi kurang dari 10 WNI/kendaraan bermotor dua dekade kemudian. Lalu, untuk kendaraan beroda empat atau lebih, terdapat rasio yang menurun dari 300 orang per kendaraan menjadi 55 orang pada 1993. Selain itu, meskipun Jawa memiliki jumlah penduduk 60% dari jumlah penduduk Indonesia pada 1993, Jawa memiliki 66% sepeda motor dan 73% untuk jenis kendaraan lain. Tidak hanya transportasi darat yang dijadikan sebagai parameter dalam peningkatan migrasi, tetapi juga laut dan udara, yang salah satunya ditandai oleh pertambahan jumlah dan perkembangan sistem kapal feri.

Kemudian, gambaran yang muncul adalah tentang segi sosial yang mempunyai tingkatan yang tinggi dalam migrasi spasial dan juga migrasi individu. Migrasi tersebut meningkat sangat cepat lebih dari dua dekade. Hubungan antara pergantian ini dan perubahan ekonomi sosial yang cepat sangatlah kompleks dan memiliki 2 arah. Perjalanan seseorang telah menjadi semakin terjangkau dan relatif lebih murah dan memungkinkan penduduk Indonesia memiliki jangkauan yang lebih lebar dalam mencari pekerjaan maupun pendidikan. Proses ini didukung oleh adanya perluasan sarana pendidikan dan keterbukaan negara melalui jaringan media massa yang telah memberikan informasi pada masyarakat Indonesia mengenai lapangan-lapangan pekerjaan dan cara hidup yang berbeda di tempat tujuan yang akan dituju.

Migrasi Internasional
Salah satu perubahan yang paling mencolok dalam migrasi di Indonesia adalah adanya peningkatan migrasi ke luar negeri, terutama untuk para TKI, yang biasanya bersifat non-permanen. Pada Repelita I, hanya terdapat 5.624 emigran dan secara bertahap diharapkan menjadi 17.042, 96.410, dan 292.264. Pada Repelita V (1989 – 1994) pemerintah memberikan target bahwa 500.000 TKI akan dikirim keluar negeri, tetapi ternyata jumlahnya justru lebih besar (652.272). Bahkan, target pada Repelita VI lebih ambisius, sekitar 1,25 juta. Ada banyak TKI yang tidak terdaftar, terutama di kawasan Malaysia Timur dan Barat, meskipun migrasi ilegal ke Singapura, Hong Kong, Arab Saudi, dan Australia bertambah.

Ketika masalah migrasi ilegal mencuat, Malaysia memberikan ukuran terhadap migrasi tersebut. Migrasi ilegal dari Indonesia ke Malaysia diduga menempati urutan kedua terbesar setelah migrasi dari Meksiko ke Amerika Serikat. Jumlah WNI yang bekerja keluar negeri pada 1995 menempati porsi sekitar 1,5% dari total jumlah tenaga kerja Indonesia pada saat itu.

Sumber : https://filehippo.co.id/

Pendidikan Vokasi Industri Diluncurkan

Pendidikan Vokasi Industri Diluncurkan

Pendidikan Vokasi Industri Diluncurkan

Kemen­terian Perindustrian (Ke­menperin) RI meluncurkan program Pendidikan Vo­kasi Industri

Tahap II untuk Wilayah Jawa Barat. Pelun­curan program berlangsung di PT Anugerah Indofood Barokah Makmur, Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Senin (18/3).

Peluncuran dilakukan langs­ung oleh Menteri Perindu­strian Airlangga Hartarto didampingi Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, serta Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (Ilmate) Kemen­perin Harjanto, Dirjen Pen­didikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Hamid Muham­mad, dan Dirjen Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial Edi Suharto.

Program pendidikan vo­kasi industri merupakan upaya membangun link and match industri dengan Sekolah Me­nengah Kejuruan (SMK) di seluruh Jawa Barat. Pada pe­luncuran Tahap II di Jawa Barat ini dilakukan penanda­tanganan 631 perjanjian ker­jasama antara 128 perusa­haan industri dengan 415 SMK. Selain itu, ada pula pembe­rian hibah mesin dan perala­tan untuk mendukung prak­tik di SMK dari 28 perusa­haan kepada 208 SMK.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Jawa Barat (Jabar) , Uu Ruzhanul Ulumcberha­rap program

vokasi industri ini bisa menjadi solusi masa­lah pengangguran dan lulusan SMK di Jabar. Terlebih pen­didikan vokasi yang diberikan hasil kerjasama antara SMK dengan perusahaan langsung.

”Kami berharap kegiatan ini menjadi salah satu solusi penyerapan tenaga kerja dan pemberian keahlian kepada anak didik khususnya anak-anak SMK yang ada di Jabar,” kata Uu.

Dia mengungkapkan, saat ini salah satu permasalahan SMK adalah tidak sejalannya antara kurikulum sekolah dengan industri. Untuk itu, Pemda Provinsi Jabar beren­cana akan merombak kuri­kulum SMK yang tidak sejalan dengan kebutuhan ekonomi saat ini.

”Terlebih sekarang SMK menjadi salah satu peny­umbang pengangguran ter­besar di Jawa Barat,” ungkap­nya.

Perombakan kurikulum SMK ini, lanjutnya, bertujuan agar lulusannya bisa terserap di­kalangan

industri atau peru­sahaan. Sehingga ke depan, khusus kurikulum SMK di Jabar akan dijadikan kemitra­an dengan beberapa perusa­haan penyedia lapangan pekerjaan.

Ditempat yang sama, Men­teri Perindustrian Airlangga Hartarto mengungkapkan, peluncuran program Pendi­dikan Vokasi Industri ini merupakan tahapan ke X rangkaian program link and match antara SMK dengan industri di seluruh Indonesia.

”Ini menjadi prioritas bagi pemerintah melalui Kemen­perin. Untuk itu, pemerintah juga mendorong pendidikan tinggi seperti politeknik untuk melakukan program Pendi­dikan Vokasi Industri,” ungkap Airlangga, dalam sambutan­nya.

 

Baca Juga :

Bangun Sinergitas untuk Tumbuhkan Minat Baca

Bangun Sinergitas untuk Tumbuhkan Minat Baca

Bangun Sinergitas untuk Tumbuhkan Minat Baca

Untuk menumbuhkan minat baca masyarakat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat

menjalin sinergi dengan pemerintah di setiap kota/kabupaten. Salah satunya, dengan menyediakan kotak literasi cerdas (kolecer) di tempat-tempat kerumunan.
Sekretaris Daerah Jawa Barat, Iwa Karniwa

Sekretaris Daerah Jawa Barat, Iwa Karniwa mengatakan, kolecer merupakan salah satu program Gubernur Jabar untuk meningkatkan indeks baca masyarakat. “Kolecer merupakan inovasi yang terbaik di dunia dan efektif meningkatkan minat baca masyarakat,” katanya dalam pertemuan dengan Forum Perangkat Daerah Bidang Kearsipan dan Perpustakaan dengan Tema “Harmonisasi dan Sinergitas Perencanaan Pembangunan Bidang Perpustakaan dan Kearsipan” di Padalarang, Kamis (14/3).

Iwa menjelaskan, dengan hadirnya kolecer di tempat kerumunan massa terbukti

menarik banyak warga untuk membaca. Dalam sarana tersebut, disediakan berbagai buku yang bisa menambah pengetahuan dan juga keterampilan bagi pembacanya.

Terobosan tersebut diharapkan bisa diikuti oleh setiap pemerintah kota/kabupaten dengan menyinergikan program bersama pemerintah provinsi. “Kita sinergikan perencanaan, pelaksanaan, dan juga pengendalian berbagai program. Selanjutnya, tentu akan ada evaluasi-evaluasi,” ungkapnya.

Seperti diketahui, indeks baca masyarakat secara nasional masih rendah, yakni sekitar 25 persen

. Angka tersebut diperoleh dari survei Perpustakaan Nasional tahun 2015 yang dilakukan di 28 kota/kabupaten di 12 provinsi atau mewakili 75% dari perpustakaan yang ada di Indonesia.

 

Sumber :

https://ojs.hh.se/index.php/JISIB/user/viewPublicProfile/101457

Tingkatkan Minat Baca Dengan Satali

Tingkatkan Minat Baca Dengan Satali

 

Tingkatkan Minat Baca Dengan Satali

 

Guna meningkatkan minat baca di kalangan pelajar, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung gulirkan program Sabilulungan Wisata Literasi (Satali). Hal tersebut mengemuka pada kegiatan Satali SDN Parungserab 01 di Taman Perpustakaan Soreang, belum lama ini.

Pada kesempatan tersebut, Sekretaris Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Kabupaten Bandung As as Masitoh menjelaskan, Satali merupakan program kolaborasi antara Disarpus, Dinas Pendidikan (Disdik), Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) dan Bagian Umum Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Bandung.

Program ini merupakan upaya pihak Pemkab Bandung untuk mengajak anak-anak

agar senang membaca. Meski diakuinya, saat ini minat baca di Kabupaten Bandung sudah meningkat, namun fasilitasnya masih kurang.

”Satali kali ini juga bekerjasama dengan Dispakan (Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan) Kabupaten Bandung, sekaligus mensosialisasikan Gemarikan (Gemar Memasyarakatkan Makan Ikan) kepada siswa, guru dan orangtua. Kegiatan ini juga sekaligus sebagai rangkaian hari jadi Kabupaten Bandung ke-378 dan hari mendongeng sedunia yang jatuh pada 20 Maret kemarin,” jelasnya disela-sela acara tersebut.

Dirinya memaparkan, Disarpus akan memfasilitasi sekolah yang ingin mengikuti program

tersebut dengan menjemput langsung siswa dan tenaga pengajar ke sekolah. Selain itu, pihaknya juga menyediakan pendongeng dan instruktur literasi.

”Nantinya kita akan menjemput anak-anak dari sekolah dan mengantar mereka ke Taman Perpustakaan. Anak-anak juga akan kami ajak ke ruangan audio visual untuk menonton film-film seperti Sejarah Radio Malabar,” paparnya.

Melalui kegiatan tersebut, ia berharap agar sekolah-sekolah di Kabupaten Bandung mengajak serta

membiasakan siswa-siswinya untuk wisata ke perpustakaan.

”Alhamdulillah, respon dari sekolah-sekolah cukup baik. Kami berharap semua sekolah membiasakan wisata ke perpustakaan, jangan mau dijemput terus. Jika sudah terbiasa, nantinya anak-anak dan masyarakat akan tercipta kebutuhan dan bahkan rasa memiliki perpustakaanpun akan timbul,” harapnya.

Tidak hanya Satali, lanjutnya, pihaknya juga mempunyai program Kotak Literasi Cerdas (Kolecer) yang disimpan di Tman Uncal Soreang yang dapat dikunjungi seluruh masyarakat Kabupaten Bandung. Hal tersebut sesuai dengan amanat Bunda Literasi Kabupaten Bandung Ibu Hj. Kurnia Agustina Dadang Naser.

 

Sumber :

https://ojs.hh.se/index.php/JISIB/comment/view/401/0/83420