Joko: Dana BOS SMK Dengan SMA Jangan Disamakan

Joko: Dana BOS SMK Dengan SMA Jangan Disamakan

Joko Dana BOS SMK Dengan SMA Jangan Disamakan

Sumber Daya Manusia (SDM) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 2 Kota Bogor,

terus digenjot. Hal itu untuk meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan di sekolah yang berlokasi di Jalan Pangeran Asogiri, Kelurahan Tanah Bru, Kecamatan Bogor Utara. “Semuanya itu harus juga diimbangi dan ditunjang dengan anggaran. Jadi sudah seharusnya dana yang dialokasikan harus sesuai dengan kualitas dan mutu pendidikan,” ujar Kepala SMKN 2 Kota Bogor, Joko Mustiko, kepada Metropolitan.

Menurut dia, untuk jenjang SMK ini pelajaran yang diajarkan secara teori oleh guru harus dipraktekkan pula secara langsung oleh siswa. Oleh karena itu kebutuhan operasional SMK itu biayanya pasti lebih besar, dibanding dengan Sekolah Menengah Atas (SMA). “Seharusnya, dana BOS SMA dan SMK itu jangan disamakan. Karena di SMA tidak ada kegiatan praktek, seperti di SMK. Bahkan seharusnya pemerintah dan perwakilan dari orang lapangan yang tahu langsung bisa duduk bersama. Sehingga bisa dihitung secara faktual antara kebutuhan operasional SMA dan SMK terutama dalam pelajaran yang harus ditunjang dengan kegiatan praktek,” terangnya.

Selain itu, menurutnya yang diutamakan di SMK inii adalah skill atau keahlian

. Dan untuk mewujudkan siswa yang memiliki keahlian pada bidang kejuruan yang diambil, tentunya semua itu harus ditunjang dengan kegiatan praktek. “Semua pelajaran pasti ada kegiatan prakteknya. Kecuali pelajaran normatif dan adavtif. Tapi untuk pelajaran produktif semua pasti ada prakteknya,” paparnya.

Sebagai Kepala SMKN 2, ia hanya menjalankan sesuai tugas pokok dan fungsi

(tupoksi) sebagai kepala sekolah. Maka semuai kebijakan kembali lagi pada yang membuat peraturan yaitu pemerintah. “Saya akan menjalankan semua peraturan dan kebijakan tersebut sesuai prosedural pemerintah,” tandas Joko.

 

Sumber :

https://www.artstation.com/ahmadali88/blog/dNlz/history-of-the-origin-of-the-stone-black-stone