Category: Pendidikan

Pendidikan

Unsur- unsure pokok (Cultural Universal)

Unsur- unsure pokok (Cultural Universal)

Unsur- unsure pokok (Cultural Universal)

Unsur- unsure pokok (Cultural Universal)

  1. Perlengkapan dan peralatan hidup manusia
  2. Mata pencarian hidup dan sistem-sistem ekonomi
  3. Sistem kemasyarakatan
  4. Bahasa
  5. Kesenian
  6. Sistem pengetahuan
  7. Religi (Sistem Kepercayaan)

Fungsi Kebudayaan :

Ø Hasil karya Masyarakat : Melindungi diri terhadap lingkungan alam.

Ø Hasil karsa masyarakat : Norma dan nilai sosial untuk mengatur hubungan antar manusia.

Ø Hasil rasa : Keindahan adalah wadah segenap perasaan manusia.

Bab. 3

Hubungan Individu, Keluarga, dan Masyarakat

  • Individu : Manusia sebagai kesatuan jiwa dan raga yang tidak dapat dipsahkan, yang mempunyai kepribadian yang khas yang terbentuk dari lingkungan keluarga melalui imteraksi : etika, estetika, dan moral agama.
  • Keluarga : Kelompok primer yang terbentuk dari perhubungan individu yang berlangsung.
  • Masyarakat : Terbentuknya oleh individu-individu yang beradap dalam keadaan sadar untuk membentuk suatu kesatuan individu sebagai anggota masyarakat.

Bab.4

Pemuda dan Sosialisasi

  • Pemuda adalah suatu generasi yang dipundaknys terbebani bermacam-macam harapan, terutama dari generasi lainnya.

Pembinaan dan Pengembangan Generasi Muda

Pola dasar pembinaan dan pengembangan generasi muda ditetapkan olek Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dalam keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor : 0323/U/1978 tanggal 28 Oktober 1978.Maksud dari pembinaan dan pengembangan generasi muda adalah agar semu pihak yang turut serta dan berkepentingan dalam penanganannya benar-benar menggunakan sebagai pedoman sehingga pelaksanaanya dapat terarah, menyeluruh dan terpadu serta dapat mencapai sasaran dan tujuan yang di maksud.

Pola Dasar Pembinaan dan Pengembangan Generasi Muda disusun berlandaskan :

  1. Landasan Idiil : Pancasila
  2. Landasan Konstitusional : Undang-Undang Dasar 1945
  3. Landasan Strategis : Garis-garis Besar Haluan Negara
  4. Landasan Historis : Sumpah Pemuda Tahun 1928 dan Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945.
  5. Landasan Normatif : Etika, tata nilai dan tradisi luhur yang hidup dalam masyarakat.

Masalah-masalah dan Potensi Generasi Muda

  1. Permasalahan Generasi Muda

Berbagai permasalahan Generasi Muda yang muncul pada saat ini antara lain :

  1. a)Dirasa menurunnya sifat idealism, patriotism, nasionalisme di kalangan masyarakat termasuk generasi muda.
  2. b)Kekurang pastian yang dialami oleh generasi muda terhadap masa depannya.
  3. c)Masih banyaknya perkawinan di bawah umur, terutama di kalangan masyarakat daerah pedesaan.
  4. d)Pergaulan bebas yang membahayakan sendi-sendi perkawinan dan kehidupan keluarga.
  5. e)Meningkatnya kenakalan remaja termasuk penyalahgunaan narkotika.

Baca Juga :

Penduduk Masyarakat Dan Kebudayaan

Penduduk Masyarakat Dan Kebudayaan

 Pertumbuhan penduduk

` Pertumbuhan penduduk merupakan salah satu factor yang penting dalam masalah sosial ekonomi.

  • Misal; dengan bertambahnya penduduk berarti pula harus bertambah pula persediaan bahan makanan, perumahan, kesempatan kerja, jumlah gedung sekolah dan sebagainya.
  • Waktu pengadaan penduduk dunia selanjutnya di perkirakan 35 tahun penambahan penduduk di suatu daerah atau Negara pada dasarnya di pengaruhi oleh factor-faktor demografi

Sebagai berikut:

  1. Kematian (mortalitas)
  2. Kelahiran (fertilitas)
  3. Migrasi

Didalam pengukuran demografi ketiga faktor tersebut di ukur dengan tingkat atau rate.

  • Tingkat atau rate ialah kejadian dari peristiwa yang menyatukan dalam bentuk perbandingan.

Masyarakat

  1. Pengertian
  • Dalam arti luas :

Keseluruhan hubungan-hubungan dalam hidup bersama dan tidak di batasi oleh lingkungan, bangsa dan lembaga kebudayaan dari semua perhubungan hidup masyarakat

  • Dalam arti sempit

Sekelompok manusia yang di batasi oleh aspek-aspek tertentu (territorial, bangsa, golongan DLL)

Contoh; masyarakat jawa, masyarakat pelajar.

  1. Syarat-syarat
  • Kumpulan manusia
  • Bertempat tinggal cukup lama di daerah tertentu
  • Ada aturan-aturan untuk kepentingan dan tujuan bersama.
  1. Perbedaan dari cara tertentunya
  • Masyarakat paksaan
  • Masyarakat merdeka
  1. Masyarakat natur
  2. Masyarakat suku

Masyarakat pedesaan (Ruval Comonity)

  1. Ciri-ciri
  2. Hubungan primer; antar warga ada hubungan yang erat dan mendalam.
  3. Contoh sosial yang ketat; sistem kehidupan berkelompok atas kekeluargaan sehingga anggota masyarakat berkewajiban menegur anggota masyarakat lain yang menyimpan dari ketentuan
  4. Homogenitas sosial; homogeny dalam hal pola pandang, cara fikir, mata pencaran agama, adat istiadat dan hal-halnya.
  5. Bentuk kerja sama; gotong royong dan tolong menolong-kerja bakti.
  6. Gejala-gejala sosial yang sering terjadi pada masyarakat pedesaan.
  • Konflik (pertengkaran)
  • Kontrafeksi(pertentangan)
  • Kompetensi (persaingan)
  • Penilai tinggi terhadap pekerja keras

Kecenderungan masyarakat :

  • Menjadi satu dengan manusia lain di sekelilingnya.
  • Menjadi satu dengan suasana sekelilingnya.

Faktor-faktor yang menyebabkarn manusia hidup bersama :

  1. Mencari makan
  2. Mempertahankan diri
  3. Melangsungkan jenis

Kebudayaan

  • Menurut EB Tylor :

Mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat dan lain kemampuan serta kebiasaan-kebiasaan yang di dapat adalah manusia sebagai anggota masyarakat.

  • Menurut Selo Soerdjan dan Soeleman Soemardi :

Semua hasil karya, dan cipta masyarakat.

  • Segi material manusia mengandung karya dan kemampuan menghasilkan benda-benda.
  • Segi spiritual :
  1. Mengandung cipta : Menghasilkan ilmu pengetahuan melalui logika.
  2. Karsa : Menghasilkan kaidah kepercayaan.
  3. Rasa : Menghasilkan keindahsn.

Sumber : https://bingo.co.id/

Ilmu Sosial Dasar

Ilmu Sosial Dasar

Ilmu Sosial Dasar

ISD Sebagai Salah Satu MKDU

Adapun kemampuan pribadi diharapkan untuk dapat dicapai melalui sekelompok mata kuliah yang tergabung dalam Mata Kuliah Dasar Umum (MKDU) yang terdiri atas mata kuliah :

  1. Pancasila
  2. Agama
  3. Kewiraan
  4. Pendidiksn Sejarah Perjuangan Bangsa
  5. Ilmu Alamiah Dasar (IAD)
  6. Ilmu Sosial Dasar (ISD)
  7. Ilmu Budaya Dasar (IBD)

Pengertian, tujuan, dan ISD

  1. Pengertian

Untuk menjawab berbagai tantangan dan persoalan dalam kehidupan lahirlah berbagai cabang ilmu pengetahuan.

Berdasarkan sumber filsafat yang dianggap sebagai ibu dari ilmu pengetahuan, maka ilmu pengetahuan dapat di kelompokkan menjadi tiga :

  1. Natural Sciences (Ilmu Alamiah)

meliputi : Fisika, Kimia, Anstronomi, Biologi dan lain-lain.

  1. Sosial Sciences (Ilmu Sosial),

terdiri dari : Sosiologi, Ekonomi, Politik Antropologi, Sejarah, Psikologi, Geografi dan lain-lain.

  1. Humanities (Ilmu-ilmu Budaya)

meliputi : Bahasa, Agama, Kesusastraan, Kesenian, dan lain-lain.

Kemampuan dalam mempelajari ISD ada tiga yaitu :

  1. Kemampuan personal :

Memperoleh dalam mata pelajaran MKDU.

  1. Kemampuan Akademis :

Mampu berkomunikasi secara akademik.

  1. Kemampuan provesional :

Dapat diperoleh dimata kejuruan.

  1. Tujuan

Sebagai salah satu dari Mata Kuliah Dasar Umum (MKDU), Ilmu Sosial Dasar (ISD) mempunyai tujuan pembinaan mahasiswa agar :

  1. Memahami dan menyadari adanya kenyataan social dan masalah-masalah sosial yang ada dalam masyarakat.
  2. Peka terhadap masalah-masalah sosial dan tanggap untuk ikut serta dalam usaha-usaha menanggulanginya.
  3. Menyadari bahwa setiap masalah sosial yang timbul dalam masyarakat selalu bersifat kompleks dan hanya dapat mendekatinya mempelajari secara kriti-interdisipliner.
  4. Memahami jalan pikiran para ahli dari bidang ilmu pengetahuan lain dan dapat berkomunikasi dengan mereka dalam rangka penggulanggansosial yang timbul dalam masyarakat.
  5. Ilmu Sosial Dasar (ISD)

Pengetahuan yang menelaah masalah-masalah sosial dengan menggunakan fakta, konsep, dan teori dari berbagai bidang pengetahuan keahlian dalam lapangan ilmu-ilmu social.

Masalah-masalah sosial :

  • Menurut masalah masyarakat

Segala sesuatu yang mengangkut kepentingan umum.

  • Menurut para ahli :

Kondisi atau perkembangan yang terwujud dalam masyarakat yang dapat menimbulkan kekacuan terhadap kehidupan warga masyarakat secara keseluruhan

  • Menurut Lesile

Suatu kondisi yang mempunyai pengaruh terhadap kehidupan sebagai besar warga masyarakat sebagian besar masyarakat sebagai sesuatu yang tidak di inginkan atau tidak disukai dan yang karenanya di relakan perlu untuk di atasi atau di perbaiki.

Sumber : https://apartemenjogja.id/

Lingkungan yang Baik

Lingkungan yang Baik

Lingkungan yang Baik

Sudah pernah mendengar kisah Pembunuh 100 (seratus) Jiwa?
berikut ini ceritanya :

Dahulu, di zaman orang-orang sebelum kalian, ada seorang laki-laki yang telah membunuh 99 jiwa. Dia pun bertanya tentang orang yang paling alim di muka bumi ketika itu, lalu ditunjukkan kepadanya tentang seorang rahib (pendeta, ahli ibadah). Maka dia pun mendatangi rahib tersebut lalu mengatakan bahwa sesungguhnya dia telah membunuh 99 jiwa, apakah ada taubat baginya?

Ahli ibadah itu berkata: “Tidak.” Seketika laki-laki itu membunuhnya. Maka dia pun menggenapi dengan itu (membunuh rahib) menjadi 100 jiwa. Kemudian dia menanyakan apakah ada orang yang paling alim di muka bumi ketika itu? Lalu ditunjukkanlah kepadanya tentang seorang yang berilmu. Maka dia pun mengatakan bahwa sesungguhnya dia telah membunuh 100 jiwa, apakah ada taubat baginya? Orang alim itu berkata: “Ya. Siapa yang menghalangi dia dari taubatnya? Pergilah ke daerah ini dan ini. Karena sesungguhnya di sana ada orang-orang yang senantiasa beribadah kepada Allah, maka beribadahlah kamu kepada Allah bersama mereka. Dan jangan kamu kembali ke negerimu, karena negerimu itu adalah negeri yang buruk/jahat.”
Maka dia pun berangkat. Akhirnya, ketika tiba di tengah perjalanan datanglah kematian menjemputnya, (lalu dia pun mati). Maka berselisihlah malaikat rahmat dan malaikat azab tentang dia.
Malaikat rahmat mengatakan: “Dia sudah datang dalam keadaan bertaubat, menghadap kepada Allah dengan sepenuh hatinya.”
Sementara malaikat azab berkata: “Sesungguhnya dia belum pernah mengerjakan satu amalan kebaikan sama sekali.” Datanglah seorang malaikat dalam wujud seorang manusia, lalu mereka jadikan dia (sebagai hakim pemutus) di antara mereka berdua. Maka kata malaikat itu: “Ukurlah jarak antara (dia dengan) kedua negeri tersebut. Maka ke arah negeri mana yang lebih dekat, maka dialah yang berhak membawanya.”
Lalu keduanya mengukurnya, dan ternyata mereka dapatkan bahwa orang itu lebih dekat kepada negeri yang diinginkannya. Maka malaikat rahmat pun segera membawanya.
Banyak pelajaran yang bisa diambil dari kisah ini, namun saat ini saya mencoba mendalami  perkataan alim yang meminta agar orang yang ingin bertaubat berpindah dari lingkungan yang buruk ke dalam lingkungan yang dikelilingi oleh orang-orang yang senantiasa beribadah kepada Allah SWT.
Disini ada pelajaran yang bisa diambil bahwa lingkungan yang baik dibutuhkan agar seseorang bisa memperbaiki dirinya.
Dalam sebuah Hadits dalam Kitab Hadits Muslim juga ada perkataan Rasulullah yang memiliki makna serupa,
Sesungguhnya perumpamaan berkawan dengan orang saleh dan berkawan dengan orang jahat adalah seperti seorang penjual minyak wangi (misk) dan seorang peniup dapur tukang besi. Penjual minyak wangi, dia mungkin akan memberikan kamu atau kamu akan membeli darinya atau kamu akan mendapatkan aroma harum darinya. Tetapi peniup dapur tukang besi, mungkin dia akan membakar pakaianmu atau kamu akan mencium bau yang tidak sedap. (Shahih Muslim No.4762)
Belajar dari Kisah dan Hadits di atas, saya sangat bergembira telah dipertemukan dengan orang-orang shalih yang tergabung dalam komunitas One Day One Juz (onedayonejuz.org).
Bergabung dalam komunitas ini untuk kemudian dikelompokkan ke dalam grup berisi 30 orang membuat saya memiliki sahabat yang senantiasa mengingatkan dan memotivasi saya untuk menjaga dan meluangkan waktu untuk bisa membaca Al-Qur’an, Kitab Allah yang memang seharusnya menjadi panduan dalam kehidupan kita.
Setelah memiliki teman yang bergantian mengingatkan, tanpa terasa dalam waktu 1 bulan ini saya sudah menyelesaikan Tilawah 30 Juz, sesuatu yang sebelumnya saya rasakan cukup sulit untuk dilakukan dengan teratur.
Karena itulah saya menuliskan disini, dan berharap ada pembaca yang tertarik untuk ikut bergabung ke dalam komunitas ini dan merasakan betapa nikmat hidup kita ketika  dekat dengan Al-Qur’an. Semoga Allah melimpahkan keberkahan kepada kita semua, terutama kepada para pencetus dan pengelola komunitas ini.

1 Syawal 1435 H

1 Syawal 1435 H

1 Syawal 1435 H

1 Syawal 1435 H

Saat imam subuh pagi tadi membacakan ayat tentang musibah, dan kemudian imam sholat ied juga membaca ayat yg sama, membuatku ingat bahwa di saat kegembiraan melanda negeri ini, ada saudara saudara muslim yg sedang dilanda kesedihan akibat gempuran musuh musuh Allah.

Namun saat rakaat kedua imam ied membaca ayat dimana Allah menerangkan bahwa syuhada itu tidaklah mati, mereka hidup di sisi Rabb-nya, membuatku berfikir, mungkin kami disinilah yg sedang ditimpa musibah, dunia diletakkan di hadapan kami, sehingga kami berlomba-lomba mengejar dunia, padahal dalam ayat yg lain Allah menegaskan bahwa kehidupan akhirat itulah sebaik-baik kehidupan.

Sedangkan saudara kami, di Suriah, Gaza, dan belahan dunia lainnya, sebenarnya sedang mendapat nikmat yg begitu besar dari Allah karena dibukakan pintu surga di hadapan mereka.

Allahummaghfir lanaa,
Rabbana aatina fiddunya hasanah,
Wa fil akhirooti hasanah,
Waqina adzabannar

Sumber : https://andyouandi.net/

Hidup itu Cuma Sekadar Minum

Hidup itu Cuma Sekadar Minum

Hidup itu Cuma Sekadar Minum

Hidup itu Cuma Sekadar Minum

URIP iku mung sak dermo ngombe. Hidup itu cuma sekadar minum. Amat sangat singkat. Ibarat air baru membasahi tenggorokan, eh, sudah selesai. Tamat. Berulang kali Ayah dan Nenek mengingatkan saya. “Hati-hati Le, urip iku mung sak watoro, cuma sebentar,” kata Nenek, penuh kasih.

Sebagai manusia, diingatkan agar tidak dengki atau iri melihat keberuntungan orang lain. Sebab, kemampuan, kodrat, keadaan, dan keberadaan masing-masing orang itu berbeda. Ada lagi watak dahwen atau senang mencela orang lain, atau panasten alias senang
menghalangi sukses orang lain. Hindari pula sifat angrong prasanakan, suka mengganggu istri orang.

Dalam pupuh durma disebutkan, jangan terlalu banyak makan dan tidur, agar bisa mengurangi nafsu yang menyala-nyala. Kebenaran, kesalahan, keburukan, kebaikan, dan keberuntungan itu berasal dari perilaku kita sendiri. Untuk itu, tak usah memuji diri sendiri, dan jangan suka mencela orang lain. Ajining diri saka obahing lathi, seseorang itu dihargai karena ucapannya.

Dalam pupuh pucung diceritakan tentang pertengkaran sesama saudara yang bisa membawa sial. Harus rukun. Juga adil. Hargai dan pujilah –namun jangan berlebihan– siapa saja yang rajin bekerja dan berprestasi. Sebaliknya, yang malas-malasan harus diingatkan, sebab kemalasan itu akan membawa nasib lebih buruk.

Di pupuh mijil diungkapkan, kita harus berwatak kesatria, berani bertanggung jawab atas semua perbuatan. Tapi, sikap itu tak perlu
ditonjol-tonjolkan. Yang penting, malu berlaku curang. Nah, pembangunan yang mengesampingkan dimensi budaya tersebut akan membawa masyarakat pada tiga kesalahpahaman umum, ”Yakni, tidak mengetahui, salah asumsi, dan salah penerapan.”

Pada serat Wedhatama, karya Raja Surakarta, Sri Mangkunegara IV (1809-1881), ditekankan bahwa manusia itu harus punya rasa pangrasa, punya kepekaan, tidak masa bodoh terhadap lingkungan. Biasanya, orang yang kurang peka itu egoistis. Kesadarannya untuk berbuat baik tidak berkembang, dan malah makin brengsek. Nenek tak ingin jiwa dan pikiran saya liar hingga kejeblos ke alam duniawi saja. Ia berharap saya mengutamakan ketenteraman jiwa dan hati. Bukan jiwa yang gelisah, gaduh menyesakkan, yang diburu oleh dosa.

Sumber : https://aziritt.net/

Pengembangan Kegiatan Ekonomi Wilayah

Pengembangan Kegiatan Ekonomi Wilayah

Pengembangan Kegiatan Ekonomi Wilayah

Pengembangan ekonomi wilayah adalah suatu proses untuk meningkatkan kemakmuran masyarakat dalam suatu wilayah dengan mengelola sumber daya alam dan memanfaatkan sumber daya buatan, sumber daya manusia, dana dan teknologi untuk menciptakan berbagai peluang dalam rangka menghasilkan barang dan jasa yang bernilai ekonomi. Tujuan pemerintah merencanakan pengembangan ekonomi suatu wilayah adalah untuk membantu sektor swasta dan masyarakat di dalam wilayah tersebut untuk memanfaatkan peluang-peluang bisnis lokal dan membangun kemampuan agar dapat memanfaatkan peluang-peluang bisnis tersebut.

Perekonomian wilayah merupakan salah satu hal yang sangat penting yang ikut menentukan perkembangan suatu wilayah. Semakin baik keadaan ekonomi suatu wilayah maka semakin baik perkembangan wilayah. Sektor perekonomian wilayah dibagi kedalam sembilan) sektor, yaitu:

  • Pertanian,
  • Pertambangan dan penggalian,
  • Industri,
  • Listrik, gas, dan air bersih,
  • Bangunan,
  • Perdagangan, hotel, dan restoran,
  • Pengangkutan dan komunikasi,
  • Keuangan, persewaan, dan jasa perusahaan, serta
  • Jasa-jasa.

Dari kesembilan sektor perekonomian tersebut, dapat dibagi menjadi sektor basis dan sektor non basis. Sektor basis merupakan sektor yang dominan menentukan perkembangan wilayah berdasarkan sumbangan PDRB (Produk Domestik Regional Bruto). Sedangkan sektor non basis merupakan sektor yang tidak banyak berperan dalam menentukan perkembangan wilayah. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa sektor basis merupakan sektor unggulan yang menjadi spesialisasi masing-masing wilayah.

PDRB adalah jumlah nilai tambah barang dan jasa yang dihasilkan dari seluruh kegiatan pekonomian diseluruh daerah dalam tahun tertentu atau perode tertentu dan biasanya satu tahun. Penghitungan PDRB menggunakan dua macam harga yaitu harga berlaku dan harga konstan. PDRB harga atas harga berlaku merupakan nilai tmabah barang dan jasa yang dihitung menggunakan harga yang berlaku pada tahun yang bersangkutan sementasra atas harga konstan dihitung dengan menggunakan harga pada tahun tertentu sebagai tahun dasar. Penghitungan PDRB dapat dilakukan dengan empat cara pendekatan yaitu :

  1. Pendekatan Produksi

Pendekatan Produksi dapat disebut juga pendekatan nilai tambah dimana nilai tambah bruto (NTB) dengan cara mengurangkan nilai out put yang dihasilkan oleh seluruh kegiatan ekonomi dengan biaya antara dari masing nilai produksi bruto tiap sektor ekonomi. Nilai tambah merupakan nilai yang ditambahkan pada barang dan jasa yang dipain oleh unit produksi sebagai input antara. Nilai yang ditambahkan sama dengan balas jasa faktor produksi atas ikutsertanya dalam proses produksi.

  1. Pendekatan Pendapatan

Pada pendekatan ini, nilai tambah dari kegiatan-kegiatan ekonomi dihitung dengan cara menjumlahkan semua balas jasa faktor praoduksi yaitu upah dan gajih, surplus usaha, penyusutan danpajak tak langsung neto. Untuk sektor Pemerintahan dan usaha yang sifatnya tidak mencari keuntunga, surplus usaha (bunga neto, sewa tanah dan keuntungan) tidak diperhitungkan.

  1. Pendekatan Pengeluaran

Pendekatan ini digunakan untuk menghitung nilai barang dan jasa yang digunakan oleh berbagai golongan dalam masyarakat untuk keperluan konsumsi rumah tangga, pemerintah dan yayasan sosial ; Pembentukan modal; dan ekspor. Mengingant nilai barang dan jasa hanya berasasl dari produksi domestik, total pengeluaran dari komponen – komponen di tas hsrus dikursngi nilsi impor sehingga nilai ekspor yang dimaksud adalah ekspor neto. Penjumlahan seluruh komponen pengeluaran akhir ini disebut PDRB atas dassar harga pasar.

  1. Metode Alokasi

Metode ini digunakn jika data suatu unit produksi di suatu daerah tidak tersedia. Nilai tambah suatu unit produksi di daerah tersebut dihitung dengsn menggunakan data yang telah dialokasikan dari sumber yang tingkatnya lebih tinggi, misalnya data suatu kabupaten diperoleh dari alokasi data Propinsi. Beberapa alokator yang digunakan  adalah nilai produksi bruto atau neto, jumlah produksi fisik, tenaga kerja,penduduk, dan alokator lainnya yang dianggap cocok untuk menghitung niali suatu unit produksi.


Sumber:

https://kelasips.com

SOCIAL ORGANIZATIONAL

SOCIAL ORGANIZATIONAL

SOCIAL ORGANIZATIONAL

SOCIAL ORGANIZATIONAL

Organisasi sosial merupakan cara suatu kebudayaan mengatur diri dan pranata-pranatanya.

Ada 2 macam bentuk pengaturan soaila yang berkaitan dnegan komunikasi antar budaya :
a. Kebudayaan geografik yaitu negara, suku-bangsa, kasta, sekte keagamaan dan lain sebagianya yang dirumuskan berdasarkan batas-batas geografik.
b. Kebudayaan-kebudayaan peranan, yaitu keanggotaan dalam posisi-posisi soail yang jelas batasannya dan lebih spesifik, sehingga menghasilkan perilaku komunikasi yang khusus pula.

Beberapa unit-unit sosial yang dominan berpengaruh dalam sutau kebudayaan adalah keluarga, sekolah dan lembaga keagamaan. Institusi-institusi ini bertnaggung jawab dalam transmisi budaya dari satu generasi ke generasi lain dan pelestariannya. Kita semua merupakan anggota dari bermacam-macam institusi soail yaitu dari yang berjangka waktu lebih singkat seperti sekolah, sampai pekerjaan. Semua institusi ini mempunyai derajat pengaruh tertentu terhadap pembentukan diri dalam kebudayaan.

Baca Juga : 

3 HAL YANG MEMPENGARUHI PERSEPSI

3 HAL YANG MEMPENGARUHI PERSEPSI

3 HAL YANG MEMPENGARUHI PERSEPSI

1. KEYAKINAN, NILAI, SIKAP

a. Keyakinan
Adalah satu anggapan bahwa satu objek/kejadian mempunyai karakteristik tertentu.
Adalah perkiraan secara subyektif bahwa suatu obyek atau peristiwa ada hubungannya dengan objek atau peristiwa lain.
Dalam keyakinan tidak ada yang benar atau salah.
Ada 3 macam keyakinan :
Keyakinan berdasarkan pengalaman (Experient belief)
keyakinan dapat terbentuk melalui pengalaman langsung.
Cont : menyentuh kompor panas –> meyakini peristiwa tersebut bahwa kompor dapat membakar jari-jari kita.
Keyakinan sedikit sekali kemungkinannya dipengaruhi oleh kebudayaan.
Cont : orang Eskimo tidak dapat diharapkan akan membentuk keyakinan pengalaman dengan onta.
Kebudayaan sangat mempengaruhi pembentukan keyakinan berdasarkan informasi dan pengambilan kesimpulan.
Melalui indra peraba, kita belajar untuk mengetahui dan kemudian meyakini bahwa objek atau peristiwa tertentu memiliki karakteristik tertentu.
Keyakinan berdasarkan informasi (Information belief)
keyakinan ini dibentuk melalui sumber-sumber luar seperti buku, majalah, orang lain, film, TV.
Sumber-sumber ini kita pilih karena keyakinan kita akan kebenarannya.
pembentukan keyakinan atas sumber-sumber ini karena otoritas (kewenangan ).
Latar belakang dan pengalaman kebudayaan sangat berperan dalam pembentukan keyakinan berdasarkan informasi.
Keyakinan berdasarkan penarikan kesimpulan (Inferensial belief)
keyakinan ini berkaitan dengan sistem logic/logika.
Pembentukannya dimulai dnegan pengamatan terhadap suatu tingkah laku atau peristiwa, kemudian perkiraan bahwa tingkah laku tersebut digerakkan atau disebabakan oleh suatu perasaan atau emosi tertentu.
Sistem logika intern berbeda antara satu individu dengan individu lain, tetapi perbedaan biasayanya lebih besar antara satu kebudayaan dnegan kebudayaan lain.

Keyakinan secara umum diartikan sebagai perkiraan secara subyektif bahwa sesuatu obyek atau peristiwa ada hubungannya dengan obyek atau peristiwa lain atau dnegan nilai, konsep, atribut tertentu. Singkatnya suatu obyek atau peristiwa diyakini memiliki karakteristik-karakteristik tertentu.

b. Nilai
Nilai merupakan aspek evaluatif dari sistem keyakinan, nilai dan sikap. Dimensi-dimensi evaluatif mencakup kualitas-kualitas seperti kegunaan, kebaikan, estetika, kemampuan memuaskan kebutuhan dan pemberian kepuasaan.
Nilai bisa bersifat unik dan individual, tetapi ada pula yang cenderung untuk merasuk dalam suatu kebudayaan, yakni yang disebut nilai-nilai kebudayaan.
Nilai kebudayaan biasanya berakar dari falsafah dasar secara keseluruhan dari suatu kebudayaan. Nilai-nilai ini umumnya bersifat normatif karena memberikan informasi pada anggota kebudayan tentang apa yang baik dan buruk, yang benar dan salah, yang positif dan negatif, apa yang perlu diperjuangakan dan dilindungi, dll.
Nilai-nilai ini dipelajari dan tidak universal, dalam arti berbeda antara kebudayaan yang satu dengan yang lain.
Nilai budaya dapat dikategorisasikan ke dalam tingkat-tingkat : primer, sekunder dan tertier. Atau dapat pula diklasifikasikan ke dalam : positif, negatif atau netral.

c. Sistem Sikap
Kepercayaan atau keyakinan serta nilai menyumbangkan pada atau melandasi perkembangan dan isi dari sistem sikap. Secara formal, sikap dirumuskan sebagai kecendrungan yang dipelajari untuk memberikan respons secara konsisten terhadap objek orientasi teretntu.

2. WORLD VIEW (PANDANGAN DUNIA)
Sebagai suatu konsep yang abstrak, sehingga sulit untuk mengidentifikasi secara jelas dalam suatu peristiwa antar budaya.
Adalah merupakan orientasi suatu kebudayaan terhadap hal-hal seperti Tuhan, manusia, alam semesta (dalam hal ini berkaitan dnegan konsep keberadaan /”being”).
Singkatnya, WV membantu menemukan tempat dan tingkat/level kita dalam alam semesta ini.

Sumber : https://anchorstates.net/

PENGERTIAN PERSEPSI

PENGERTIAN PERSEPSI

PENGERTIAN PERSEPSI

PENGERTIAN PERSEPSI

PERSEPSI adalah proses internal yang memungkinkan kita memilih/menseleksi, mengorganisasikan, mengevaluasi dan menafsirkan rangsangan dari lingkungan kita dan proses tersebut mempengaruhi perilaku kita termasuk tingkah laku komunikasi. Persepsi dipengaruhi dan mempengaruhi budaya.

Masalah bisa muncul karena stimuli yang sama seringkali dipersepsikan secara lain oleh individu-individu dan kelompok-kelompok yang berbeda.

Contoh : seseorang dihadapkan pada keharusan makan daging babi, apakah akan terbit air liurnya atau sebaliknya malah muntah-muntah.

Perilakunya akan sangat tergantung pada seberapa mendalam ia telah menginternalisasikan nilai-nilai dan sikap-sikap yang telah diajarkan oleh kebudayaannya.

Jika demikian, maka pertanyaannya sekarang adalah : bagaimana manusia membentuk persepsinya mengenai dunia luar dan bagaimana persepsinya itu mempengaruhi perilakunya ?

Sumber : https://abovethefraymag.com/