Category: Pendidikan

Pendidikan

Prinsip-prinsip Fundamental Etika IFAC

Prinsip-prinsip Fundamental Etika IFAC

Prinsip-prinsip Fundamental Etika IFAC

Prinsip-prinsip Fundamental Etika IFAC

Integritas. 
Seorang akuntan profesiona harus bertindak tegas dan jujur dalamsemua hubungan bisnis dan profesionalnya.
Objektivitas. 
Seorag akuntan profesional seharusnya tidak boleh membiarkanterjadinya bias, konflik kepentingan, atau dibawah penguruh orang lain sehinggamengesampingkan pertimbangan bisnis dan profesional.
Kompetensi profesional dan kehati-hatian.
Seorang akuntan profesional mempunyai kewajiban untuk memelihara pengetahuan dan keterampilan profesional secara berkelanjutan pada tingkat yang dipelukan untuk menjamin seorang klien atau atasan menerima jasa profesional yang kompeten yang didasarkan atas perkembangan praktik, legislasi, dan teknik
Kerahasiaan. 
Seorang akuntan profesional harus menghormati kerhasiaaninformasi yang diperolehnya sebagai hasil dari hubungan profesional dan bisnisserta tidak boleh mengungapkan informasi apa pun kepada pihak ketiga tanpa izinyng enar dan spesifik, kecuali terdapat kewajiban hukum atau terdapat hak profesional untuk mengungkapkannya.
Perilaku Profesional.
Seorang akuntan profesional harus patuh pada hukum dan perundang-undangan yang relevan dan harus menghindari tindakan yang dapat mendiskreditkan profesi.
Independensi
Ada dua jenis independensi yamg dikenal, yaitu independensi dalam fakta (independence in fact) dan independensi dalam penampilan (independence in appearance). Untuk independensi dalam fakta, IFAC menggunakan istilah lain, yaitu independensi dalam pikiran (independece in mind). Independensi dalam pikiran adalah suatu keadaan pikiran yang memungkinkan pengungkapan suatu kesimpulan tanpa terkena pengaruh yang dapat mengompromosikan penilaian profesional, memungkinkan seorang individu bertindak berdasarkan integritas, serta menerapkan objektivitas dan skeptisme profesional.  Independensi dalam penampilan adalah penghidaran fakta dan kondisi yang sedemikian segnifikan sehingga pihak ketiga yang paham dan berfikir rasional-dengan memiliki pengetahuan akan semua informasi yang relevan, termasuk pencegahan yang diterapkan-akan tetap dapat menarik kesimpulan bahwa skeptisme profesional, objektivitas, dan integritas anggota firma, atu tim penjaminan (assurance team) telah dikompromikan. Prinsip-prinsip fundamental etika tidak dapat dinegosiasikan atau dikompromikan bila seorang akuntan ingin menjaga citra frofesinya yang luhur.

IFAC CODE OF ETHIC

IFAC CODE OF ETHIC

IFAC CODE OF ETHIC

Misi IFAC adalah melakukan harmonisasi standar di antara negara-negara anggota IFAC. Indonesia sendiri melalui organisasi profesi IAI telah mencanangkan tekadnya untuk mengadopsi standar teknis dan kode etik yang ditetapkan IFAC selambat-lambatnya tahun 2012. Untuk lebih memahami kode etik yang ditetapkan oleh IFAC ini, maka Brooks (2007) memberikan pendekatan cara memahami filosofi Kode Etik IFAC sebagai berikut:
  1. Memahami Struktur Kode Etik
  2. Memahami Kerangka Dasar Kode Etik untuk melakukan penilaian yang bijak
  3. Proses Menjamin Independensi Pikiran (independece in mind) dan Independensi   Penampilan (indepencence in appearance)
  4. Pengamanan untuk mengurangi Risiko Situasi Konflik Kepentingan.
Kerangka dasar Kode etik IFAC dapat dijelaskan sebagai berikut:
  1. Ciri yang membedakan profesi akunta (atasan),  yaitu kesadaran bahwa kewajiban akuntan yaitu untuk melayani kepentingan publik.
  2. Harus dipahami bahwa tanggung jawab akuntan tidak secara ekslusif hanya melayani klien (dari sudut pandang akuntan publik), atu hanya melayani atasan (dari sudut pandang akuntan bisnis), melainkan melayani kepentingan publik dalam arti luas. Pengertian “publik” bagi akuntan terdiri dari atas klien, manajemen  (atasan), kreditur, investor, pemerintah, karyawan, masyarakat bisnis, dan keuangan, media masa, para pemerhati bisnis dan ekonomi, para aktivis, dan sebagainya.
  3. Tujuan (objective) dari profesi akuntan adalah memenuhi harapan profesionalisme, kinerja, dan kepentingan publik.
  4. Untuk mencapai tujuan tersebut, diperlukan empat kebutuhan dasar, yaitu kredibilitas, profesionalisme, kualitas jasa tertinggi, dan kerahasiaan.
  5. Keseluruhan hal tersebut hanya dapat dicapai bila profesi akuntan dilandasi oleh prinsip-prinsip parilaku fundamental, yang terdiri atas: integritas, objektivitas, kompetensi profesional dan kehati-hatian, kerahasiaan, perilaku profesional, dan standar teknis.
  6. Namun, prinsip-prinsip fundamental pada butir (5) hanya dapat diterapkan jika akuntan mempunyai sikap independen, baik independen dalam pikiran (independence in mind) maupun independen dalam penampilan (independence in appearance).

MANAJEMEN RESIKO ETIKA

MANAJEMEN RESIKO ETIKA

MANAJEMEN RESIKO ETIKA

Dalam menerapkan manajemen resiko etika, terdapat beberapa tahapan yang dapat dilakukan oleh para investigator perusahaan, yaitu:
1. Mengidentifikasi dan Menilai Resiko Etika 
Identifikasi Penilaian resiko etika dibagi menjadi beberapa tahap:
a) Melakukan penilaian dan identifikasi para stakeholder perusahaan. 
Tahap ini investigator manajemen membuat daftar mengenai siapa dan apa saja para stakeholder yang berkepentingan beserta harapan mereka. Setelah mengetahui siapa saja para stakeholder dan apa kepentingannya serta harapan mereka, maka manajemen dapat melakukan penilaian dalam pemenuhan harapan stakeholder. Investigator hendaknya memiliki pemahaman mengenai bentuk kepentingan stakeholder mana saja yang sensitif dan penting, dan kenapa hal itu penting bagi stakeholder
b) Mempertimbangkan kemampuan aktivitas perusahaan dengan ekspektasi stakeholder, dan menilai risiko ketidak sanggupan dalam memenuhi ekspektasi stakeholder atau menilai adanya kemungkinan peluang untuk berprestasi lebih dari yang diharapkan. Keuntungan dan Kekurangan Kultur Jaringan
Saat mempertimbangkan apakah ekspektasi telah terpenuhi, maka manajemen wajib membuat perbandingan di antara input, output, kualitas relevan dan variabel kinerja lainnya.
c) Meninjau ulang perbandingan akitivitas dan ekspektasi perusahaan dari perspektif dampak reputasi perusahaan.
Reputasi tergantung pada empat faktor, yaitu kejujuran, kredibilitas, reliabilitas, dan tanggung jawab. Faktor-faktor tersebut bisa menjadi kerangka kerja dalam melakukan perbandingan.
d) Melakukan pelaporan.
Setelah tahap ketiga selesai, maka manajemen dapat menyiapkan laporan kepada masing-masing stakeholder. Laporan tersebut harus dibuat dengan mempertimbangkan kelompok stakeholder, produk atau jasa, tujuan perusahaan, nilai-nilai hypernorm, dan elemen-elemen penentu reputasi.
2. Penerapan strategi dan taktik dalam membina hubungan strategis dengan stakeholder. 
Pendekatan yang dapat diterapkan adalah berfokus pada kemungkinan apakah para stakeholder tersebut bisa dengan mudah bekerja sama dengan perusahaan ataukah cenderung sulit bekerja sama dan menjadi ancaman bagi perusahaan.
3. Akuntabilitas sosial dan audit.
Audit dan akuntabilitas sosial dimaksudkan untuk mereview perkembangan yang harusnya terbukti benar dalam memutuskan apa yang harus diukur, pelaporan pihak lain, dan langkah audit yang mungkin diambil untuk memastikan akurasi informasi yang dihasilkan dan dilaporkan.

Metode Latihan dan Pengembangan

Metode Latihan dan Pengembangan

Metode Latihan dan Pengembangan

1. Dua metode dasar dalam melaksanakan pengembangan karyawan :
a. Latihan (training)
Latihan adalah suatu kegiatan untuk memperbaiki kemampuan seorang karyawan dengan cara meningkatkan pengetahuan dan keterampilan karyawan dalam menjalankan suatu pekerjaan.
b. Pendidikan (education)
Pendidikan adalah kegiatan untuk memperbaiki kemampuan seorang karyawan dengan cara meningkatkan pengetahuan dan pengertian karyawan tentang pengetahuan umum dan pengetahuan ekonomi pada umumnya, termasuk peningkatan penguasaan teori dan keterampilan mengambil keputusan dalam menghadapi persoalan-persoalan organisasi perusahaan.  Peranan Bryophytha : Ciri, Reproduksi, Klasifikasi
2. Prinsip-prinsip yang digunakan sebagai pedoman dalam melatih karyawan agar latihan dan pengembangan dapat berjalan dengan baik :
a. Adanya dorongan/motivasi yang jelas bagi peserta latihan (trainee), misalnya persiapan transfer atau promosi.
b. Adanya laporan kemajuan (progress report).
c. Adanya ganjaran/pujian (reinforcement).
d. Adanya peran serta (partisipasi) aktif dari para peserta latihan (active participation).
e. Latihan diberikan bagian demi bagian sesuai dengan prinsip belajar (principles of learning).
f. Latihan harus mengingat adanya perbedaan individual (individual differences).
g. Peserta latihan dan pelatih (trainer) yang selektif (mau dan mampu).
h. Diusahakan metode latihan yang sesuai.
Tujuan Pelatihan dan Pengembangan
1. Memutakhirkan keahlian karyawan dengan adanya kemajuan teknologi.
2. Mengurangi waktu belajar bagi karyawan baru untuk terampil dalam pekerjaan.
3. Membantu memecahkan permasalahan operasional.
4. Mempersiapkan karyawan untuk promosi.
5. Mengorientasikan karyawan terhadap organisasi.
Berbagai Jenis Metode Pelatihan dan Pengembangan
– On The Job Training
– Apprenticeship (magang)
– Rotasi Pekerjaan
– Off The Job Training
6. Penilaian Kinerja
Kinerja karyawan adalah tingkat dimana karyawan mencapai persyaratan-persyaratan pekerjaan. Penilaian kinerja ini mencakup aspek kualitatif dan kuantitatif dari pelaksanaan pekerjaan.
Sistem penilaian prestasi kerja diantaranya dengan :
– Ranking
– Perbandingan karyawan dengan karyawan
– Grading
– Skala grafis
– Check lists
7. Pemberian Kompensasi
Kompensasi dapat diartikan sebagai semua bentuk pengembalian (return) financial dan tunjangan-tunjangan yang diperoleh karyawan sebagai bagian dari sebuah hubungan kepegawaian.

Sumber Penarikan Tenaga Kerja

Sumber Penarikan Tenaga Kerja

Sumber Penarikan Tenaga Kerja

Sumber Penarikan Tenaga Kerja

Terdapat dua sumber penarikan tenaga kerja yaitu sumber internal dan eksternal. Keunggulan cara penarikan internal ini adalah :
a. Memberi motivasi dan promosi bagi karyawan
b. Meningkatkan moral karyawan
c. Mempertinggi loyalitas karyawan
d. Mengembangkan pribadi karyawan
Segi kelemahannya adalah menutup ide-ide baru dari luar, menciptakan pola pikir yang sempit dan mempertinggi persaingan antar karyawan.
Sumber penarikan tenaga kerja eksternal (dari luar perusahaan)
Saluran penarikan tenaga kerja dari luar perusahaan di antaranya adalah :
1. Kantor penempatan tenaga kerja
2. Lembaga-lembaga pendidikan
3. Rekomendasi dari karyawan yang telah bekerja
4. Surat lamaran yang dikirim langsung ke perusahaan
5. Para pelamar yang dating langsung ke perusahaan
6. Melalui iklan
7. Agen penempatan tenaga kerja
8. Serikat pekerja
9. Leasing (tenaga honorer)
4. Seleksi Tenaga Kerja
Proses seleksi ini dimulai dari ketika pelamar mengirimkan surat lamaran atau dating langsung ke perusahaan dan berakhir pada saat dilakukan keputusan pengangkatan.
Berbagai Jenis Tes
Berbagai jenis tes diantaranya :
– Tes Kecerdasan (Intrlligence Test)
– Tes Bakat (Aptitude Test)
– Tes Prestasi (Achievement Test)
– Tes Minat (Interest Test)
– Tes Kepribadian (Personality Test)
5. Orientasi, Pelatihan dan Pengembangan Tenaga Kerja
Orientasi merupakan kegiatan untuk mengenalkan tenaga kerja kepada organisasi/perusahaan menyangkut fungsi-fungsi, tugas-tugas dan personil-personilnya. Setelah itu dilakukan tahap induksi. Induksi merupakan aktivitas karyawan baru untuk mempelajari sejarah perusahaan, struktur organisasi, jenis produk yang dihasilkan, peraturan ketenagakerjaan, kompensasi dan tunjangan serta karyawan-karyawan yang terlibat dalam perusahaan.
Perubahan dalam perusahaan dibedakan menjadi :
1. Perubahan tujuan organisasi perusahaan
2. Perubahan faktor-faktor yang mempengaruhi tercapainya tujuan organisasi perusahaan.
Berbagai Perubahan yang terjadi dalam Perusahaan :
1. Perubahan Produksi
2. Perubahan Teknologi
3. Perubahan karyawan
4. Perubahan lingkungan organisasi perusahaan
Kebutuhan akan Latihan dan Pengembangan :
Tiga taraf kebutuhan akan latihan dan pengembangan dalam organisasi perusahaan :
1. Kebutuhan dalam taraf organisasi (Organizational Needs)
2. Kebutuhan pada level jabatan (Occupational Needs)
3. Kebutuhan pada taraf Perorangan/individual (Individual Needs)

Uraian Pekerjaan (Job Description)

Uraian Pekerjaan (Job Description)

Uraian Pekerjaan (Job Description)

Uraian Pekerjaan (Job Description)

Adalah suatu uraian atau deskripsi tertulis tentang apa yang harus dikerjakan oleh seorang karyawan dalam suatu pekerjaan tertentu.
Manfaat adanya deskripsi pekerjaan :
  1. Membantu memberi gambaran yang jelas tentang tugas dan tanggung jawab pekerja.
  2. Memudahkan prosedur penarikan dan pelatihan tenaga kerja.
  3. Membantu tenaga kerja dalam merencanakan karir mereka.
Suatu uraian pekerjaan dapat memuat :
  • Nama pekerjaan
  • Ringkasan pekerjaan
  • Tugas khusus yang harus dilaksanakan
  • Hubungan antar pekerjaan
  • Kecakapan karyawan dan alat kerja serta bahan yang akan digunakan
  • Kondisi kerja
  • Tanggung jawab yang harus dilaksanakan karyawan.
Spesifikasi Pekerjaan (Job Spesification)
Suatu spesifikasi pekerjaan menjelaskan tentang kecakapan dari seseorang dan ini digunakan sebagai persyaratan untuk mempekerjakan.
Evaluasi Pekerjaan (Job Evaluation)
Evaluasi pekerjaan merupakan kegiatan memperbandingkan suatu pekerjaan tertentu dengan pekerjaan yang lain untuk menjamin bahwa, pekerjaan tersebut dihargai secara adil.
Desain Pekerjaan (Job Design)
Desain pekerjaan merupakan proses penentuan tugas-tugas yang akan dilaksanakan, teknik yang akan digunakan untuk melaksanakan tugas tersubut bagaimana pekerjaan tersebut dengan pekerjaan lain dalam perusahaan.
Teknik desain pekerjaan dapat mempengaruhi tingkat spesialisasi dan dimensi psikologis pekerjaan. Dalam hal ini terdapat 4 (empat) desain pekerjaan (Henry Simamora, 1995 : 119-120) :
a. Simplifikasi Pekerjaan (Job Simplifikasi)
b. Rotasi Pekerjaan (Job Rotation)
c. Pemekaran Pekerjaan (Job Enlargement)
d. Pemerkayaan Pekerjaan (Job Enrichment)

Macam-macam kalimat

Macam-macam kalimat

Macam-macam kalimat

Macam-macam kalimat

  • Macam-macam kalimat

1. Kalimat TunggalKalimat Tunggal adalah kalimat yang hanya terdiri dari dua unsur inti dan boleh diperluas dengan satu atau lebih unsur-unsur tambahan, asal unsur-unsur tambahan itu tidak boleh membentuk pola yang baru.

Batasan ini menegaskan sekali lagi kepada kita bahwa semua kalimat inti termasuk dalam pengertian Kalimat Tunggal, sedangkan sebagian dari Kalimat Luas juga termasuk Kalimat Tunggal.

Macam-Macam Kalimat TunggalBerdasarkan macamnya kalimat tunggal dapat digolongkan atas:

A. Kalimat Berita

B. Kalimat Tanya

C. Kalimat Perintah

Contoh:  Kelebihan dan Kekurangan Desentralisasi Beserta Dampak

•  Adik menangis : adalah kalimat mayor, kalimat tunggal, dan kalimat inti, bukan kalimat luas.

•  Menangis adik : adalah kalimat mayor, kalimat tunggal, tetapi bukan kalimat inti, dan bukan kalimat luas.

•  Kemarin saya belajar saja di rumah : kalimat mayor, kalimat tunggal, bukan kalimat inti, tetapi                                      kalimat luas.

2.  kalimat majemuk

kalimat-kalimat tunggal yang diperluas sekian macam hingga unsur-unsur baru itu membentuk satu atau lebih pola kalimat lagi,dalam kalimat majemuk akan kita junpai minimal dua pola kalimat dan tiap-tiap pola boleh diperluas lagi dengan satu atau lebih unsur–unsur tambahan.

Kalimat majemuk dibedakan menjadi

1. Kalimat Majemuk Setara

Kalimat majemuk setara adalah kalimat majemuk dimana hubungan antar unsur-unsurnya sederajat.

2. Kalimat Majemuk Rapatan

  • Kalimat majemuk rapatan adalah kalimat majemuk setara yang bagian-bagiannya dirapatkan.
  • Hal tersebut terjadi karena kata-kata yang dirapatkan pada bagian-bagian kaliamat itu memiliki fungsi yang sama.
  • Perapatan dilakukan dengan menghilangkan salah satu fungsi kalimat yang sama.

3. Kalimat Mejemuk Bertingkat

  • Kalimat majemuk bertingkat adalah kalimat yang hubungan antar unsur-unsurnya tidak sederajat.
  • Salah satu unsurnya sebagai induk kalimat.
  • Unsur lainnya sebagai anak kalimat.
4.   Kalimat Majemuk Campuran
  • Kalimat majemuk campuran merupakan gabungan dari kelimat majemuk setara dengan kalimat majemuk bertingkat.
  • Kalimat majemuk campuran dibentuk sekurang-kurangnya oleh tiga kalimat tunggal.
  • Contoh kalimat
  1. Ibu sedang memasak nasi di dapur.(subyek-predikat-obyek-keterangan)
  2. Adik sedang menangis tersedu-sedu(subyek-predikat-pelengkap)
  3. Saya  pergi ke Sekolah(subyek-predikat-keterangan)

Baca Juga :

Unsur Dan Pola Kalimat

Unsur Dan Pola Kalimat

Unsur Dan Pola Kalimat

Unsur Dan Pola Kalimat

KALIMAT

  • Pengertian Kalimat
  1. Kumpulan kata-kata yang memiliki arti
  2. Suatu bahasa yang terdiri dari dua kata atau lebih yang mempunyai suatu pengertian dan pola intonasi akhir.
  • Unsur-unsur kalimat

1. SUBYEK  adalah unsur yang melakukan suatu tindakan atau kerja dalam suatu kalimat. Ciri-ciri dari subyek :

  • Jawaban atas pertanyaan apa dan siapa
  • berupa kata benda atau frase bendaan
  • Disertai kata ituini, dan tersebut
  • Didahului kata bahwa
  • Tidak didahului preposisi
  • Mempunyai keterangan pewatas yang
2.  PREDIKATadalah sebagai unsur kata kerja.
Ciri-ciri predikat:
a.Predikat merupakan jawaban atas pertanyaan mengapa atau bagaimana.
b.  Predikat disertai kata adalah atau merupakan
c.  Predikat dapat diingkari
d.  Predikat dapat disertai kata keterangan aspek
e.  Predikat dapat disertai kata keterangan modalitas
f.  Predikat dapat didahului kata yang
g.  Predikat dapat berupa :
  • kata benda / frase nominal,
  • kata kerja / frase verbal,
  • kata sifat / frase adjektival,
  • kata bilangan / frase numeral,
  • kata depan / frase preposisional.
3.  OBYEK adalah Unsur yang dikenai kerja oleh subyek.
Predikat yang berupa verba intransitif (kebanyakan berawalan ber- atau ter-) tidak memerlukan objek, verba transitif yang memerlukan objek kebanyakan berawalan me-. Ciri-ciri objek ini sebagai berikut.• Langsung di Belakang Predikat
Objek hanya memiliki tempat di belakang predikat, tidak pernah mendahului predikat.
• Dapat Menjadi Subjek Kalimat Pasif
Objek yang hanya terdapat dalam kalimat aktif dapat menjadi subjek dalam kalimat pasif. Perubahan dari aktif ke pasif ditandai dengan perubahan unsur objek dalam kalimat aktif menjadi subjek dalam kalimat pasif yang disertai dengan perubahan bentuk verba predikatnya.
• Didahului kata Bahwa
Anak kalimat pengganti nomina ditandai oleh kata bahwa dan anak kalimat ini dapat menjadi unsur objek dalam kalimat transitif.
4.  KETERANGAN dapat berupa keterangan waktu ataupun tempat selama kejadian.
Berikut ciri-ciri pelengkap.• Di Belakang Predikat
Ciri ini sama dengan objek. Perbedaannya, objek langsung di belakang predikat, sedangkan pelengkap masih dapat disisipi unsur lain, yaitu objek.Contohnya terdapat pada kalimat berikut.
a) Diah mengirimi saya buku baru.
b) Mereka membelikan ayahnya sepeda baru.
Unsur kalimat buku baru, sepeda baru di atas berfungsi sebagai pelengkap dan tidak mendahului predikat.

• Hasil jawaban dari predikat dengan pertanyaan apa.
Contoh :
a. Pemuda itu bersenjatakan parang.
Kata parang adalah pelengkap.
Bersenjatakan apa ? jawab parang ( maka parang sebagai pelengkap )
b. Budi membaca buku.
Membaca apa ? jawab buku (buku sebagai obyek karena dapat
menempati Subyek)

5.  PELENGKAP adalah unsur yang melengkapi kalimat yang tak .
Ciri keterangan adalah dapat dipindah –pindah posisinya . perhatikan contoh berikut:
Cintya sudah membuat tiga kue dengan bahan itu.
S P O K
Dengan bahan itu Cintya sudah membuat tiga kue .
Cintya dengan bahan itu sudah membuat tiga kue.
Dari jabatan SPOK menjadi KSPO dan SKPO .Jika tidak dapat di pindah maka bukan keterangan.

Kalimat Efektif

Kalimat Efektif

Kalimat Efektif

Kalimat Efektif

Pengertian kalimat efektif

Kalimat efektif adalah kalimat yang mengungkapkan pikiran atau gagasan yang disampaikan sehingga dapat dipahami dan dimengerti oleh orang lain.

Cii-ciri kalimat efektif
a.  Secara tepat mewakili pikiran pembicara atau penulisnya

b.  Mengemukakan pemahaman yang sama antara pemikiran pendengar/pembaca dengan yang dipikirkan pembicara/penulisnya.

c.Memiliki unsur penting atau pokok, minimal unsur
SP.

d. Taat terhadap tata aturan ejaan yang berlaku.

e. Menggunakan diksi yang tepat.

f. Menggunakan kesepadanan antara struktur bahasa dan jalan pikiran yang logis dan sistematis.

Syarat kalimat efektif

  • Kesatuan gagasan

Memiliki subyek,predikat,serta unsur-unsur lain(O/K)yang saling mendukung serta membentuk kesatuan tunggal. kalimat boleh panjang/pendek, menggabungkan lebih dari satu kesatuan, bahkan dapat mempertentangkan kesatuan yang satu dan yang lainnya asalkan ide/gagasan kalimatnya tunggal.contohnya: Dion pergi ke kampus, kemudian ke perpustakaan (efektif).

  • Kepaduan
Yaitu terjadinya hubungan yang padu antara unsur – unsur pembentuk kalimat. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk menciptakan kepaduan kalimat, yaitu:
a. Kalimat yang padu tidak bertele-tele dan tidak mencerminkan cara berpikir yang tidak simetris.
b. Kalimat yang padu mempergunakan pola aspek + agen + verbal secara tertib dalam kalimat-kalimat yang berpredikat pasif persona.
c. Kalimat yang padu tidak perlu menyisipkan sebuah kata seperti daripada atau tentang antara predikat kata kerja dan objek penderita.
  • Kesejajaran

kesamaan bentuk kata atau imbuhan yang digunakan dalam kalimat itu. Jika pertama menggunakan verba, bentuk kedua juga menggunakan verba. Jika kalimat pertama menggunakan kata kerja berimbuhan me-, maka kalimat berikutnya harus menggunakan kata kerja berimbuhan me- juga.

  • Kepararelan

Predikat kalimat majemuk setara rapatan harus pararel. Artinya, jika kata kerja, harus kata kerja semuanya; jika kata benda harus kata benda
semuanya.contohnya:

Kegiatan di perpustakaan meliputi pembelian buku, pembuatan katalog, dan pelabelan buku.
  • Ketegasan

a.Unsur-unsur yang ditonjolkan diletakkan di awal kalimat.

b.Membuat urutan yang logis

contoh : Presiden menegaskan agar kita selalu hidup disiplin.

  • Kehematan

Kalimat efektif tidak boleh menggunakan kata-kata yang tidak perlu. Kata yang berlebih hanya akan menghaburkan maksud kalimat.Caranya adalah :

a. Menghilangkan pengulangan subjek yang sama pada anak kalimat.

b. Menghindarkan pemakaian superordinat pada hiponimi kata.

c. Menghindarkan kesinoniman kata dalam kalimat.

  • Penekanan

Perlakuan lebih terhadap ide pokok kalimat. Ada beberapa cara penekanan, yaitu :

a. Meletakkan kata yang ditekankan di awal kalimat.

b. Membuat urutan kata yang bertahap.

c. Melakukan pengulangan kata.

d. Melakukan pertentangan terhadap ide yang ditekankan.

e. Menggunakan partikel penekanan atau penegasan, seperti -lah, -pun, -kah.

  • Kelogisan
Kalimat efektif harus mudah dipahami. Dalam hal ini hubungan unsur-unsur dalam kalimat harus memiliki hubungan yang logis/masuk akal.Ciri-cirinya:
-Kalimat pasif dan aktif harus jelas
– Subjek dan keterangan harus jelas
– Pengantar kalimat dan predikat harus
jelas
– Induk kalimat dan anak kalimat harus
jelas
– Subjek tidak ganda
– Predikat tidak didahului kata yang
  • Ketepatan

Ketepatan ialah pemakaian diksi atau pilihan kata harus tepat.Pemakaian kata harus tepat Kata berpasangan harus sesuai Menghindari peniadaan preposisi.

  • Kecermatan

Cermat ialah kalimat yang dihasilkan tidak menimbulkan tafsir ganda dan harus tepat diksinya. Prinsip kecermatan berarti cermat dan tepat menggunakan diksi. Agar tercapai kecermatan dan ketepatan diksi, harus memperhatikan pernyataan-pernyataan berikut ini.

  1. Hindari penanggalan awalan
  2. Hindari peluluhan bunyi / c /
  3. Hindari bunyi / s /, / p /, / t /, dan / k / yang tidak luluh
  4. Hindari pemakaian kata ambigu
  • Keharmonisan
Keharmonisan kalimat artinya setiap kalimat yang kita buat harus harmonis antara pola berpikir dan struktur bahasa.a. Subjek
Subjek (S) ialah bagian kalimat yang menunjukkan pelaku, tokoh,sosok, benda, sesuatu hal.
b. Predikat
Predikat (P) adalah bagian kalimat yang memberitahu melakukan apa atau dalam keadaan bagaimana subjek. Predikat dapat juga berupa sifat, situasi, status, cirri, atau jatidiri subjek.
c. Objek dan Pelengkap
Objek dan Pelengkapadalah bagian kalimat yang melengkapi predikat.
d. Keterangan
Keterangan (Ket) ialah bagian kaliamat yang menerangkan berbagai hal mengenai bagian yang lainnya.

Contoh Tesis Online

Contoh Tesis Online

Contoh Tesis Online

Contoh Tesis Online

Tulisan contoh tesis online ini beris pendapat penulis tentang studi master dan bagaimana mempersiapkan diri untuk mengerjakan tesis. Bagaimana cara mendapatkan contoh tesis secara online juga akan ditulis secara singkat.

Semangat para sarjana untuk meneruskan kuliah S2. Berbagai kalangan seolah berlomba lomba meneruskan studinya. Dahulu waktu saya mengambil master rata rata teman saya adalah staf pengajar berbagai universitas. Sekarang sangat bervariasi dari yang baru lulus S1, PNS dari berbagai instansi ataupun karyawan swasta berbagai perusahaan. Kesempatan itu ditangkap oleh berbagai universitas dengan menyediakan berbagai program magister yang menjanjikan berbagai kemudahan secara waktu maupun fasilitas lainnya. Hal yang patut dijaga bersama adalah kualitias dari proses pendidikan tersebut. Semuanya memang harus berangkat dari niat masing-masing untuk meningkatkan kemampuan akademis maupun kemampuan profesional sesuai dengan studi master yang ditempuh. Beberapa teman menembuh masternya dalam waktu yang sangat lama dan beberapa orang gagal. Kegagalan menempuh studi master tersebut biasanya pada waktu mengerjakan tesis. Sistem di indonesia memang menganut sistem mixed antara course work dan research. Di luar negeri banyak negara yang menawarkan murni course work atau hanya perkuliahan saja dengan waktu yang sangat cepat.

Kegagalan mahasiswa dalam tesisnya lebih karena kurang kesiapan mahasiswa tersebut dalam mengerjakan tesis. Umumnya program studi akan membebani mahasiswa dengan dua semester untuk teori dan semester ketiga untuk memulai penelitian tesisnya. Idealnya seseorang harus mempunyai gambaran terlebih dahulu seperti apa tesis yang diharapkan. Dengan membaca tesis tesis yang berkaitan dengan bidang yang akan diteliti maka akan membuat seseorang mampu mempersiapkan sejak awal dalam membuat tesis tersebut. Tentunya membaca contoh-contoh tesis yang ada tersebut hanya untuk memperoleh gambaran tentang bagaimana penelitian dan penyusunan tesis tersebut, bukan malah terjebak untuk memplagiat ide maupun isi dari tesis tersebut. Menangkap persoalan yang belum terjawab dalam contoh tesis tersebut juga dapat menjadi ide untuk penelitian tesis selanjutnya.

Pada umumnya perpustakaan di universitas-universitas hanya menampilkan judul dan abstrak dari tesis mahasiswanya. Untuk dapat membacanya kita harus datang ke perpustakaan tersebut. Jika masih dalam tahap persiapan dan belum mengambil program master dan belum menentukan bidang yang akan diteliti saat penelitian untuk tesis nantinya, dapat mencari tesis dalam bentuk file elektronis yang tersedia di internet.

1. CBIR. Contoh tesis komunikasi, tesis ekonomi, tesis pendidikan dari sebuah universitas di New York dapat diakses pada link tersebut. Publikasi full text tersebut adalah dari tesis-tesis yang terpilih di universitas itu.

2. essays.se. Link tersebut berisi contoh tesis bidang teknik maupun sosial dari universitas univesitas di swedia. Judul tesis yang diinginkan tinggal dicari dari search yang disediakan.

3.Cyberthesis.Net. Thesis bidang sains dan teknologi seperti elektro, teknik sipil, fisika dan lainnya dapat ditemukan dalam link tersebut. Contoh tesis manajemn, hukum dan ilmu sosial serta humaniora lainnya juga dapat dicari pada website tersebut.

Dengan gambaran yang diperoleh dari contoh-contoh tesis tersebut maka mahasiwa akan lebih siap untuk merencanakan penelitiannya dan mempersiapkan diri dengan baik sebelum menempuh kuliah master. Dengan demikian diharapkan kegagalan dalam menempuh kuliah master dapat diminimalkan.

Baca Juga :