Category: Hewan

Hewan

Cara Merawat Kucing Tanpa Kandang

Cara Merawat Kucing Tanpa Kandang

Cara Merawat Kucing Tanpa Kandang

Apa kabar? Lihat pemberitahuan di bawah ini!

Periksa secara teratur

Cara pertama merawat kucing tanpa kandang untuk pemula adalah dengan melakukan pemeriksaan rutin. Biasanya, pemeriksaan rutin dilakukan dua kali, yaitu bulanan dan tahunan. Pemeriksaan bulanan biasanya dilakukan untuk perawatan bulu dan kesehatan kucing secara keseluruhan. Selama ini, pemeriksaan tahunan bertujuan untuk memeriksa organ-organ kucing.

Kucing tanpa kandang akan lebih sering berkeliaran di luar rumah, jadi pengujian sangat penting untuk mendeteksi penyakit pada kucing sebelum memburuk. Juga diskusikan perawatan dan kesehatan kucing dengan dokter hewan Anda. Amati apakah ada beberapa hal berbeda, seperti berjalan, mengeong dan perbedaan perilaku kucing.

Bulu kucing

Kucing yang dipelihara tanpa kandang tentu sangat aktif, sehingga mereka harus dijaga kebersihannya secara teratur, atau disebut juga grooming. Jika bulu kucing panjang, PetLovers dapat menggunakan kuas untuk menyisir bulu. Sementara itu, jika bulu kucing rata, gunakan sikat pipih yang halus untuk menyisirnya. Untuk anak kucing yang muda dan rentan, gunakan sisir mini dengan gigi lunak.

Menyisir rambut kucing sangat penting untuk menghilangkan rambut mati, membersihkan kutu, menghilangkan jamur dari rambut kucing, benjolan dan juga dapat mempercepat sirkulasi darah pada tubuh kucing.

Gigi bersih

Gigi kucing kesayangan PetLovers harus dibersihkan secara teratur. Gunakan sikat gigi berbulu lembut dan pasta gigi kucing khusus. Hindari menggunakan pasta gigi manusia karena pasta gigi biasa mengandung fluoride yang beracun bagi kucing. Biarkan kucing merasakan rasa pasta gigi untuk membiasakan diri dengannya.

Sikat gigi kucing Anda secara teratur dengan gerakan memutar ke depan dan ke belakang. Lakukan perlahan dan perlahan selama sekitar 30 detik. Perawatan gigi sangat penting karena banyak penyakit kucing terkait dengan gigi dan gusi. Jika gigi kucing tidak dirawat dengan benar, itu akan menyebabkan bakteri dan plak.

Berikan dasar untuk tidur

Hanya karena kucing PetLovers tidak memiliki kandang tidak berarti bahwa PetLovers dapat membiarkan kucing tidur di mana saja. Lebih disukai, PetLovers menyediakan alas untuk tempat tidur kucing, yang bisa berupa kain atau yang lainnya. Sekarang ada sejumlah produk tempat tidur khusus untuk kucing peliharaan, biasanya dalam bentuk semacam bantal persegi panjang.

Sangat penting untuk dilakukan, PetLovers. Alasannya adalah jika kucing dibiarkan tidur di lantai atau permukaan yang kasar, rambut di tubuh kucing mungkin rontok dan lama kelamaan akan mengalami kebotakan.

Memberi makan secara teratur

Untuk mencegah kucing dari sembarangan membayangkan makanan mereka, pastikan untuk memberi makan 2 sampai 3 kali sehari secara teratur. Juga tambahkan sayuran dan buah-buahan seperti brokoli yang dimasak. Anak kucing yang berusia 6 hingga 12 minggu dapat diberi makan empat kali sehari. Biarkan kucing bermain dengan makanannya melalui modifikasi unik pada wadah makanan.


Baca Juga :

https://kucingpersia.co.id/

CARA KUCING MENANDAI TERITORINYA

CARA KUCING MENANDAI TERITORINYA

CARA KUCING MENANDAI TERITORINYA

Teritori Kucing Peliharaan

Untuk kucing peliharaan yang sudah disteril, mereka pun juga masih memiliki insting teritorial ini. Ini karena mereka masih perlu memastikan adanya makanan yang cukup untuk dirinya sendiri. Jika ada kucing lain, maka tentunya jatahnya akan berkurang. Rumah dan taman adalah titik utama daerah teritorinya.

Kucing peliharaanmu yang tidak disteril cenderung akan memperluas daerah teritorinya dan menantang kucing-kucing di sekitar rumahmu. Anak-anak kucing yang dibesarkan bersama biasanya dapat hidup berdampingan. Tentunya kamu juga harus perhatikan jumlah kittens ini. Jika terlalu banyak kucing di rumah, maka akan menyebabkan terlalu banyak tanda teritori, sehingga para kucing bersaudara bisa menjadi gusar dan berkelahi.

Jika seekor kucing dewasa diperkenalkan ke dalam rumah yang telah memiliki kucing sebelumnya, tentunya ini memerlukan perhatian khusus. Para mpus ini perlu diperkenalkan perlahan-lahan. Mulai dari benar-benar memisahkan ruangan kucing baru dengan lainnya. Selanjutnya dengan membiasakan dengan bau tubuh satu kucing dengan lainnya. Lalu secara perlahan diperlihhatkan “penampakan” satu dengan lainnya. Sampai akhirnya dipertemukan secara langsung. Karena cukup menguras tenaga dan pikiran, bimbingan dari tenaga ahli terkadang dibutuhkan (misalkan breeder profesional). Diantara sesama kucing yang telah disteril, hak teritori diputuskan dengan kerasnya meongan, bahasa tubuh, dan cara-cara lainnya yang secara alami terbentuk tanpa kekerasan.


Spraying (Penyemprotan Urin)

Kucing menandai batasan-batasan wilayahnya dengan menyemprotkan urin yang berbau tajam. Kucing juga melakukan hal ini jika merasa ketakutan, contohnya jika ada tamu yang berkunjung ke rumahmu atau hewan asing datang ke rumah. Kucing jantan yang belum disteril biasanya sering melakukan ini. Sementara itu, walaupun tidak banyak pemeliharan kucing pemula yang tahu, kucing betina juga suka melakukan spraying ini. Ini dilakukan khususnya ketika mereka kepanasan. Kucing yang telah disteril juga menyemprot, tetapi baunya biasanya tidak terlalu tajam.

Pada situasi ekstrim, penandaan wilayah juga terkadang menjatuhkan kotorannya di luar litter tray. Ini bukan berarti kucingmu jorok, tetapi menandakan adanya gangguan. Tentunya kamu sebagai pemiliknya harus menyelidiki penyebabnya. Kucing yang terlalu sering menandai teritori biasanya ada sesuatu. Pemilik yang bijaksana akan meminta pendapat dokter hewan. Jika perilaku tersebut berlanjut kamu akan dirujuk kepada ahli perilaku hewan.


Efek Sterilisasi

Sterilisasi akan menurunkan secara drastis desakan kucing untuk menandakan teritorinya. Wilayah teritorinya menjadi terbatas pada area rumah dan si mpus merasa tidak perlu memperluas daerah ini, misalnya ke rumah tetanggamu.

Pada kucing yang sudah disteril, organ yang memproduksi hormon seksual (testis) diangkat. Proses ini idealnya dimulai dari umur empat bulan dengan bius . Tidak dibutuhkan jahitan, dan proses penyembuhan berlangsung selama 24 jam, dan tidak ada efek trauma pada kucing. Dalam jangka panjang, perilaku seksual dan berburunya berubah. Kucing betina disteril dengan mengangkat ovarium dan uterusnya jadi tidak akan hamil. Kucing betina tidak lagi merasa birahi atau berusaha menarik perhatian kucing jantan lokal. Operasi ini idealnya dilakukan mulai umur empat atau lima bulan. Saat kucing tersadar dari pengaruh obat biusnya, mereka akan baik-baik saja. Jangka panjangnya, kucing betina akan lebih bersahabat dan tenang. Hewan yang telah disteril akan merubah pola makannya menjadi lebih efisien dan perilakunya menjadi kurang aktif. Mereka juga akan terlihat gemuk


Sumber:

https://rumahkucing.co.id/