Category: Fashion

Fashion

Hijab Seperti Ini yang Akan Banyak Dipakai Saat Lebaran

Hijab Seperti Ini yang Akan Banyak Dipakai Saat Lebaran

Hijab Seperti Ini yang Akan Banyak Dipakai Saat Lebaran

Menjelang Lebaran, berbagai jenis hijab dijual di pasaran baik secara online maupun offline. Tren hijab Lebaran setiap tahunnya pun berbeda. Tahun lalu, hijab segi empat motif menjadi favorit banyak hijabers. Bagaimana dengan tahun ini?

Wolipop merangkum tren hijab Lebaran 2019 dari beberapa tempat, seperti pasar Tanah Abang hingga online shop. Dari banyak toko yang menjual hijab, berikut adalah tiga hijab yang banyak diminati untuk dipakai saat Lebaran di tahun 2019.

1. Khimar Instan Syar’i

Seiring dengan berkembangnya fenomena hijrah, semakin banyak wanita muslim yang tampil syar’i. Penjualan hijab syar’i pun meningkat, terutama desain khimar instan.

Di Pasar Tanah Abang, khimar instan syar’i mendominasi sejumlah toko hijab khususnya di blok A dan blok B. Khimar syar’i juga banyak dijual di acara bazaar dan fashion show seperti Indonesia Fashion Week 2019 dan HC Day 2019.

Harganya cukup bervariasi. Di Tanah Abang, khimar instan berbahan sifon dijual mulai dari harga Rp 65 ribu per potong. Sedangkan untuk brand syar’i premium, khimar dijual mulai dari harga Rp 300 ribu hingga jutaan rupiah.

2. Hijab Segi Empat Polos

Selanjutnya, hijab yang banyak dipilih untuk berlebaran di tahun 2019 adalah hijab segi empat polos tanpa motif. Kini ada beragam jenis bahan hijab yang ditawarkan mulai dari voile, pollycotton, hingga cornskin. Bahan yang paling favorit adalah voile, karena mudah dibentuk.

Hjiab polos ini kembali digemari setelah sempat populer pada tahun 90-an. Hijab polos dipilih untuk dipadukan dengan blouse atau dress bermotif yang kini sedang tren di kalangan hijabers.

Harga hijab polos juga bervariasi. Di online shop, harganya dibandrol mulai dari harga Rp 35.000. Di Pasar Tanah Abang dan Thamrin City, hijab segi empat polos bisa didapatkan mulai dari harga Rp 25 ribu.

3. Hijab Segi Empat Motif

Meski sudah tidak se-booming tahun lalu, hijab segi empat motif masih ramai dipakai di tahun ini. Sejumlah desainer merilis hijab motif koleksi Lebaran seperti Dian Pelangi, Ria Miranda, dan KAMI.

Di Thamrin City, hijab motif juga masih laris manis. Jika harga hijab motif desainer dibandrol mulai dari Rp 200 ribu, maka kamu hanya perlu mengocek uang Rp 25 ribu untuk mendapatkan satu helai hijab motif di Thamrin City.

Bahan yang masih jadi favorit adalah voile. Hijab motif menjadi pilihan untuk dipadukan dengan busana polos tanpa motif baik dalam potongan dress, kaftan, atau blouse. Ukuran hijab motif kini jga bervariasi. Ada banyak online shop yang menjual ukuran besar untuk tampilan syar’i.


Sumber:

https://www.modelbajumuslimbatik.com/

Roadshow Batam Batik Fashion Week

Roadshow Batam Batik Fashion Week

Roadshow Batam Batik Fashion Week

Roadshow Batam Batik Fashion Week (BBFW) 2019

yang mempromosikan batik Batam digelar pertama kali di Kota Tanjungpinang di Atrium TCC Mall, Sabtu (23/3/2019).

Roadshow BBFW 2019 merupakan ajang untuk mempromosikan batik Batam baik di tingkat lokal hingga ke mancanegara dengan tujuan untuk memperkenalkan khazanah kearifan lokal khususnya di bidang tekstil dan corak kemelayuan Kepulauan Riau.

 

Dibuka oleh Walikota Batam Muhammad Rudi dan kegiatan ini merupakan

kerja sama antara Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Batam dan Kota Tanjungpinang yang merupakan naungan Dinas Perdagangan dan Perindustrian.

Pada tahun 2019 ini, Roadshow Batam Batik Fashion Week (BBFW) sudah digelar pada tingkat provinsi. BBFW digelar dalam rangka memperluas jaringan pemasaran dengan memperkenalkan batik Batam kepada masyarakat lokal serta mancanegara. Kegiatan tersebut menonjolkan berbagai karya emas para desainer dan pengrajin batik yang ada di kota Batam.

Beragam busana dengan nuansa batik asal Kota Batam dikenakan oleh para model cantik dipanggung Catwalk Batik Batam Fashion Week 2019.

 

Walikota Batam Muhammad Rudi mengatakan

kegiatan ini bertujuan mempromosikan identitas batik setiap daerah yang ada di Kepulauan Riau. “Kita berusaha untuk mengembangkan identitas batik ini, mungkin dulu kita masih mencetak ke wilayah luar, namun sekarang paling tidak setengah nya kita bisa mencetak sendiri,” ungkapnya.

Rudi juga mengatakan, promosi kerajinan batik ini tentu akan mendorong ekonomi masyarakat. Hal tersebut yang menjadi motivasinya untuk mengitari wilayah di seluruh Kepulauan Riau dalam menonjolkan identitas batik.

Ketua Umum Dekranasda Kota Batam, Marlin Agustina Rudi, merasa bangga dan terhormat karena untuk pertama kali nya acara ini dapat dilaksanakan di Kota Tanjungpinang, dan berharap kedepan kegiatan seperti ini dapar terus dilaksanakan sehingga mampu menonjolkan batik khas masing-masing daerah. “Kita ingin batik khas daerah menjadi identitas yang membanggakan, sehingga dapat dikenal oleh masyarakat luas baik lokal maupun mancanegara,” ungkapnya.

Sementara itu, Walikota Tanjungpinang, H. Syahrul, S.Pd dalam sambutannya mengucapkan terimakasih atas terselenggaranya acara ini, dan kepada Pemko Batam yang sudah mau memperhatikan dan mengembangkan batik khas daerah Kepulauan Riau. “Atas nama Pemerintah Kota Tanjungpinang saya ucapkan terima kasih atas dilaksanakannya kegiatan ini di Kota Tanjungpinang, saya berharap sinergitas antara dua pemerintahan ini dapat terus dikembangkan dan diteruskan sebaik-baiknya agar promosi kearifan lokal khususnya di bidang tekstil ini mampu mendorong perekonomian masyarakat Kota Tanjungpinang dan Kota Batam,” ungkap Syahrul.

Syahrul juga berharap kedepannya batik-batik khas daerah Kepri dapat dijual ke luar daerah

bahkan kalau sampai ke luar negeri, lebih dikenal lagi. “Sebenarnya di Kepri sudah dikenal dengan Batik Tikar Serasan yang dulu pernah dilakukan promosinya, kalau di Kota Tanjungpinang ini ada yang namanya Batik Gonggong yang sampai saat ini masih eksis dan diminati karena corak dan motif yang unik, perlu kita pahami bersama batik khas daerah ini harus dikemas secara baik dengan kisaran harga yang terjangkau sehingga menjadi buah tangan dari daerah masing-masing untuk wisatawan lokal maupun asing,” pungkasnya.

Pada acara tersebut ditampilkan berbagai jenis motif dan corak dari Batik khas Kota Batam yang diperagakan oleh model-model yang berasal dari Kota Batam dan Tanjungpinang.

Tren Fashion 2019 Bakal Beri Imbas Positif pada Batik

Tren Fashion 2019 Bakal Beri Imbas Positif pada Batik

Tren Fashion 2019 Bakal Beri Imbas Positif pada Batik

Tren fesyen global tahun 2019

diprediksi akan memberikan perkembangan positif bagi batik Indonesia. Batik bisa menjadi pilihan konsumen karena cocok dengan motif floral yang bakal menjadi salah satu tren.

 

Director & Head of Market Intelligence Inside Fashion Grup Jane Singer

mengungkapkan, potensi yang dimiliki Indonesia sangat besar sekali karena orang orang luar negeri senang datang ke India, China dan Indonesia. Mereka mencari karya karya lokal, diantaranya batik karena cocok dengan motif floral yang bakal menjadi tren.

 

“Namun, perlu transformasi sedikit untuk selera internasional,”

kata Jane Singer usai seminar dengan tema Advantages of US Cotton Textiles Products and Future Fashion Trends in the Global Market yang digelar di Solo, Jawa Tengah, Selasa (26/3/2019).

Seminar tentang Keuntungan Produk Tekstil Kapas AS dan Tren Mode Masa Depan di Pasar Global diprakarsai oleh Cotton Council Indonesia (CCI) bekerjasama dengan Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API). Seminar diikuti pelaku bisnis industri tekstil, dan fesyen designer. Namun untuk selera internasional, lanjutnya, tidak boleh menggunakan bahan kapas dengan kualitas murah. Namun harus menggunakan kapas kualitas tinggi, seperti Cotton USA. Dengan kualitas ekspor, harganya lebih tinggi dan perusahaan di Indonesia bisa mendapatkan keuntungan yang lebih besar.

Model tradisional batik

diharapkan bisa sedikit dirubah menjadi modern batik agar cocok dengan selera luar negeri. Menurut dia, internet membuat konsumen dengan mudah melakukan riset terhadap suatu produk. Dia menggarisbawahi peran penting kualitas bahan yang digunakan oleh pabrik untuk memproduksi pakaian. Warna yang cerah, hasil cetak yang bagus. Serta bahan yang nyaman adalah hasil yang diharapkan. Dia yakin kapas Amerika menjadi kunci keberhasilan pencapaian harapan dari hasil produksi yang bagus.

Program Representative CCI Indonesia Andy Do mengungkapkan, motif coral sangat cocok dengan batik. Sementara, kualitas kapas AS dapat diaplikasikan untuk produksi tekstil batik. Kapas Amerika memiliki lima keunggulan, pertama 100% dipetik menggunakan mesin sehingga bebas kontaminasi. Kedua konsistensi tinggi karena menawarkan serat dengan bentuk yang sama dan konsisten. Ketiga sustainability karena produksi kapas AS mengikuti berbagai peraturan yang ketat dan wajib diaksanakan. “Keempat transparansi, kapas AS merupakan produk 100% terpercaya dan bisa ditelusuri kembali jika memang dibutuhkan,” kata Andy Do. Faktor kelima adalah pendampingan pembelian.