CARA KUCING MENANDAI TERITORINYA

CARA KUCING MENANDAI TERITORINYA

CARA KUCING MENANDAI TERITORINYA

Teritori Kucing Peliharaan

Untuk kucing peliharaan yang sudah disteril, mereka pun juga masih memiliki insting teritorial ini. Ini karena mereka masih perlu memastikan adanya makanan yang cukup untuk dirinya sendiri. Jika ada kucing lain, maka tentunya jatahnya akan berkurang. Rumah dan taman adalah titik utama daerah teritorinya.

Kucing peliharaanmu yang tidak disteril cenderung akan memperluas daerah teritorinya dan menantang kucing-kucing di sekitar rumahmu. Anak-anak kucing yang dibesarkan bersama biasanya dapat hidup berdampingan. Tentunya kamu juga harus perhatikan jumlah kittens ini. Jika terlalu banyak kucing di rumah, maka akan menyebabkan terlalu banyak tanda teritori, sehingga para kucing bersaudara bisa menjadi gusar dan berkelahi.

Jika seekor kucing dewasa diperkenalkan ke dalam rumah yang telah memiliki kucing sebelumnya, tentunya ini memerlukan perhatian khusus. Para mpus ini perlu diperkenalkan perlahan-lahan. Mulai dari benar-benar memisahkan ruangan kucing baru dengan lainnya. Selanjutnya dengan membiasakan dengan bau tubuh satu kucing dengan lainnya. Lalu secara perlahan diperlihhatkan “penampakan” satu dengan lainnya. Sampai akhirnya dipertemukan secara langsung. Karena cukup menguras tenaga dan pikiran, bimbingan dari tenaga ahli terkadang dibutuhkan (misalkan breeder profesional). Diantara sesama kucing yang telah disteril, hak teritori diputuskan dengan kerasnya meongan, bahasa tubuh, dan cara-cara lainnya yang secara alami terbentuk tanpa kekerasan.


Spraying (Penyemprotan Urin)

Kucing menandai batasan-batasan wilayahnya dengan menyemprotkan urin yang berbau tajam. Kucing juga melakukan hal ini jika merasa ketakutan, contohnya jika ada tamu yang berkunjung ke rumahmu atau hewan asing datang ke rumah. Kucing jantan yang belum disteril biasanya sering melakukan ini. Sementara itu, walaupun tidak banyak pemeliharan kucing pemula yang tahu, kucing betina juga suka melakukan spraying ini. Ini dilakukan khususnya ketika mereka kepanasan. Kucing yang telah disteril juga menyemprot, tetapi baunya biasanya tidak terlalu tajam.

Pada situasi ekstrim, penandaan wilayah juga terkadang menjatuhkan kotorannya di luar litter tray. Ini bukan berarti kucingmu jorok, tetapi menandakan adanya gangguan. Tentunya kamu sebagai pemiliknya harus menyelidiki penyebabnya. Kucing yang terlalu sering menandai teritori biasanya ada sesuatu. Pemilik yang bijaksana akan meminta pendapat dokter hewan. Jika perilaku tersebut berlanjut kamu akan dirujuk kepada ahli perilaku hewan.


Efek Sterilisasi

Sterilisasi akan menurunkan secara drastis desakan kucing untuk menandakan teritorinya. Wilayah teritorinya menjadi terbatas pada area rumah dan si mpus merasa tidak perlu memperluas daerah ini, misalnya ke rumah tetanggamu.

Pada kucing yang sudah disteril, organ yang memproduksi hormon seksual (testis) diangkat. Proses ini idealnya dimulai dari umur empat bulan dengan bius . Tidak dibutuhkan jahitan, dan proses penyembuhan berlangsung selama 24 jam, dan tidak ada efek trauma pada kucing. Dalam jangka panjang, perilaku seksual dan berburunya berubah. Kucing betina disteril dengan mengangkat ovarium dan uterusnya jadi tidak akan hamil. Kucing betina tidak lagi merasa birahi atau berusaha menarik perhatian kucing jantan lokal. Operasi ini idealnya dilakukan mulai umur empat atau lima bulan. Saat kucing tersadar dari pengaruh obat biusnya, mereka akan baik-baik saja. Jangka panjangnya, kucing betina akan lebih bersahabat dan tenang. Hewan yang telah disteril akan merubah pola makannya menjadi lebih efisien dan perilakunya menjadi kurang aktif. Mereka juga akan terlihat gemuk


Sumber:

https://rumahkucing.co.id/