3 HAL YANG MEMPENGARUHI PERSEPSI

3 HAL YANG MEMPENGARUHI PERSEPSI

3 HAL YANG MEMPENGARUHI PERSEPSI

1. KEYAKINAN, NILAI, SIKAP

a. Keyakinan
Adalah satu anggapan bahwa satu objek/kejadian mempunyai karakteristik tertentu.
Adalah perkiraan secara subyektif bahwa suatu obyek atau peristiwa ada hubungannya dengan objek atau peristiwa lain.
Dalam keyakinan tidak ada yang benar atau salah.
Ada 3 macam keyakinan :
Keyakinan berdasarkan pengalaman (Experient belief)
keyakinan dapat terbentuk melalui pengalaman langsung.
Cont : menyentuh kompor panas –> meyakini peristiwa tersebut bahwa kompor dapat membakar jari-jari kita.
Keyakinan sedikit sekali kemungkinannya dipengaruhi oleh kebudayaan.
Cont : orang Eskimo tidak dapat diharapkan akan membentuk keyakinan pengalaman dengan onta.
Kebudayaan sangat mempengaruhi pembentukan keyakinan berdasarkan informasi dan pengambilan kesimpulan.
Melalui indra peraba, kita belajar untuk mengetahui dan kemudian meyakini bahwa objek atau peristiwa tertentu memiliki karakteristik tertentu.
Keyakinan berdasarkan informasi (Information belief)
keyakinan ini dibentuk melalui sumber-sumber luar seperti buku, majalah, orang lain, film, TV.
Sumber-sumber ini kita pilih karena keyakinan kita akan kebenarannya.
pembentukan keyakinan atas sumber-sumber ini karena otoritas (kewenangan ).
Latar belakang dan pengalaman kebudayaan sangat berperan dalam pembentukan keyakinan berdasarkan informasi.
Keyakinan berdasarkan penarikan kesimpulan (Inferensial belief)
keyakinan ini berkaitan dengan sistem logic/logika.
Pembentukannya dimulai dnegan pengamatan terhadap suatu tingkah laku atau peristiwa, kemudian perkiraan bahwa tingkah laku tersebut digerakkan atau disebabakan oleh suatu perasaan atau emosi tertentu.
Sistem logika intern berbeda antara satu individu dengan individu lain, tetapi perbedaan biasayanya lebih besar antara satu kebudayaan dnegan kebudayaan lain.

Keyakinan secara umum diartikan sebagai perkiraan secara subyektif bahwa sesuatu obyek atau peristiwa ada hubungannya dengan obyek atau peristiwa lain atau dnegan nilai, konsep, atribut tertentu. Singkatnya suatu obyek atau peristiwa diyakini memiliki karakteristik-karakteristik tertentu.

b. Nilai
Nilai merupakan aspek evaluatif dari sistem keyakinan, nilai dan sikap. Dimensi-dimensi evaluatif mencakup kualitas-kualitas seperti kegunaan, kebaikan, estetika, kemampuan memuaskan kebutuhan dan pemberian kepuasaan.
Nilai bisa bersifat unik dan individual, tetapi ada pula yang cenderung untuk merasuk dalam suatu kebudayaan, yakni yang disebut nilai-nilai kebudayaan.
Nilai kebudayaan biasanya berakar dari falsafah dasar secara keseluruhan dari suatu kebudayaan. Nilai-nilai ini umumnya bersifat normatif karena memberikan informasi pada anggota kebudayan tentang apa yang baik dan buruk, yang benar dan salah, yang positif dan negatif, apa yang perlu diperjuangakan dan dilindungi, dll.
Nilai-nilai ini dipelajari dan tidak universal, dalam arti berbeda antara kebudayaan yang satu dengan yang lain.
Nilai budaya dapat dikategorisasikan ke dalam tingkat-tingkat : primer, sekunder dan tertier. Atau dapat pula diklasifikasikan ke dalam : positif, negatif atau netral.

c. Sistem Sikap
Kepercayaan atau keyakinan serta nilai menyumbangkan pada atau melandasi perkembangan dan isi dari sistem sikap. Secara formal, sikap dirumuskan sebagai kecendrungan yang dipelajari untuk memberikan respons secara konsisten terhadap objek orientasi teretntu.

2. WORLD VIEW (PANDANGAN DUNIA)
Sebagai suatu konsep yang abstrak, sehingga sulit untuk mengidentifikasi secara jelas dalam suatu peristiwa antar budaya.
Adalah merupakan orientasi suatu kebudayaan terhadap hal-hal seperti Tuhan, manusia, alam semesta (dalam hal ini berkaitan dnegan konsep keberadaan /”being”).
Singkatnya, WV membantu menemukan tempat dan tingkat/level kita dalam alam semesta ini.

Sumber : https://anchorstates.net/