Berita Tentang Hewan Menarik

Ayla Harumkan SDN Semeru 5 di Djuanda

Ayla Harumkan SDN Semeru 5 di Djuanda

Ayla Harumkan SDN Semeru 5 di Djuanda

Murid kelas 5 SDN Semeru 5, Kecamatan Bogor Barat, Ayla Kanaya Wirianda berhasil

mengharumkan nama sekolahnya dengan meraih juara 1 lomba menari pada acara Gebyar Pelaksanaan Pendidikan Dan Seni ( GALAKSI), yang diadakan Himpunan Mahasiswa Pendidikan sekolah Dasar fakultas keguruan dan pendidikan Unirsitas Djuanda Bogor.

”Saya sangat bangga dengan prestasi yang ditorehkan oleh Ayla Kanaya Wirianda

dalam bidang seni tari dengan meraih juara 1,” kata Kepala SDN Semeru 1, Durohman saat ditemui Metropolitan, kemarin.

Menurutnya, prestasi yang diraih anak didiknya ini tidak terlepas dari bimbingan para guru

dan dorongan orangtuanya, yang selalu mengajarkan seni tari tanpa mengenal lelah. Apalagi, kemauan anak didiknya yang mempunyai potensi besar dalam bidang kesenian terutama seni menari. ”Anak ini ( Ayla.red) memang mempunyai bakat yang luar biasa pada kesenian tari karena hampir semua gerakan tari bisa dimainkan dengan baik.”ujarnya.

Pada acara GALAKSI ini sambung dia bukan hanya seni tari saja yang dilombakan melainkan ada juga lomba menggambar dan mewarnai, Fashion show, cerdas cermat, pesyen show, akustik dan musikalisasi puisi.

 

Baca Juga :

111 OPERATOR SMP IKUTI BIMTEK UNBK

111 OPERATOR SMP IKUTI BIMTEK UNBK

111 OPERATOR SMP IKUTI BIMTEK UNBK

Sebanyak 111 operator SMP di Kota Bogor mengikuti bimbingan teknis (bimtek) dan persiapan

Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di Puncak, Kabupaten Bogor. Bimtek tersebut bertujuan agar operator mengetahui tugas pokok dan fungsinya, terutama dalam mengelola Data Pokok Pendidikan (Dapodik) peserta ujian yang diberikan kepadanya.

Ketua Panitia Bimtek Operator UNBK SMP Iman Wahyudi menjelaskan, kegiatan ini

dilaksanakan dua hari. Mengingat tugas operator, khususnya dalam persiapan UNBK, sangatlah berat. Sehingga para operator harus mendapat bimbingan supaya pelaksanaan UNBK berjalan lancar. “Dalam UNBK nanti tugas operator sangat penting. Bahkan, mereka menjadi salah satu kunci suksesnya UNBK di sekolah masing-masing,” ujarnya.

Dengan dilaksanakan bimtek, sambung dia, para operator nantinya akan mampu mengatasi dan mengendalikan perangkat komputer maupun jaringan saat UNBK. “Setelah itu, operator juga akan melakukan simulasi. Insya Allah akan dilaksanakan pada 20 November,” bebernya.

Sementara itu, operator SMP PGRI 14 Eman mengakui bimtek ini sangat bermanfaat bagi dirinya.

Terlebih dalam membantu pihak sekolah dalam mengatasi dan mengendalikan permasalahan saat UNBK dilaksanakan. “Saya berharap pelatihan seperti ini jangan sampai di sini saja. Kalau bisa dilaksanakan di setiap sekolah masing-masing peserta. Sehingga pelaksanaan UNBK bisa berjalan maksimal,” pungkasnya.

 

Sumber :

https://www.artstation.com/ahmadali88/blog/ZnZl/history-of-heroes-day-10-november-1945

Joko: Dana BOS SMK Dengan SMA Jangan Disamakan

Joko: Dana BOS SMK Dengan SMA Jangan Disamakan

Joko Dana BOS SMK Dengan SMA Jangan Disamakan

Sumber Daya Manusia (SDM) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 2 Kota Bogor,

terus digenjot. Hal itu untuk meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan di sekolah yang berlokasi di Jalan Pangeran Asogiri, Kelurahan Tanah Bru, Kecamatan Bogor Utara. “Semuanya itu harus juga diimbangi dan ditunjang dengan anggaran. Jadi sudah seharusnya dana yang dialokasikan harus sesuai dengan kualitas dan mutu pendidikan,” ujar Kepala SMKN 2 Kota Bogor, Joko Mustiko, kepada Metropolitan.

Menurut dia, untuk jenjang SMK ini pelajaran yang diajarkan secara teori oleh guru harus dipraktekkan pula secara langsung oleh siswa. Oleh karena itu kebutuhan operasional SMK itu biayanya pasti lebih besar, dibanding dengan Sekolah Menengah Atas (SMA). “Seharusnya, dana BOS SMA dan SMK itu jangan disamakan. Karena di SMA tidak ada kegiatan praktek, seperti di SMK. Bahkan seharusnya pemerintah dan perwakilan dari orang lapangan yang tahu langsung bisa duduk bersama. Sehingga bisa dihitung secara faktual antara kebutuhan operasional SMA dan SMK terutama dalam pelajaran yang harus ditunjang dengan kegiatan praktek,” terangnya.

Selain itu, menurutnya yang diutamakan di SMK inii adalah skill atau keahlian

. Dan untuk mewujudkan siswa yang memiliki keahlian pada bidang kejuruan yang diambil, tentunya semua itu harus ditunjang dengan kegiatan praktek. “Semua pelajaran pasti ada kegiatan prakteknya. Kecuali pelajaran normatif dan adavtif. Tapi untuk pelajaran produktif semua pasti ada prakteknya,” paparnya.

Sebagai Kepala SMKN 2, ia hanya menjalankan sesuai tugas pokok dan fungsi

(tupoksi) sebagai kepala sekolah. Maka semuai kebijakan kembali lagi pada yang membuat peraturan yaitu pemerintah. “Saya akan menjalankan semua peraturan dan kebijakan tersebut sesuai prosedural pemerintah,” tandas Joko.

 

Sumber :

https://www.artstation.com/ahmadali88/blog/dNlz/history-of-the-origin-of-the-stone-black-stone

Pendekatan forward chaining dan backward

Pendekatan forward chaining dan backward

Pendekatan forward chaining dan backward

Suatu perkalian inferensi yang menghubungkan suatu permasalahan dengan solusinya disebut dengan rantai (chain). Suatu rantai yang dicari atau dilewati / dilintasi dari suatu permasalahan untuk memperoleh solusinya disebut dengan forward chaining. Cara lain menggambarkan forward chaining ini adalah dengan penalaran dari fakta menuju konklusi yang terdapat dari fakta. Suatu rantai yang dilintasi dari suatu hipotesa kembali ke fakta yang mendukung hipotesa tersebut adalah backward chaining. Cara lain menggambarkan backwkard chaining adalah dalam hal tujuan yang dapat dipenuhi dengan pemenuhan sub tujuannya.

Contoh sederhana dari forward dan backward chaining seperti berikut ini : misalkan anda sedang mengemudi dan tiba-tiba anda melihat mobil polisi dengan cahaya kelap-kelip dan bunyi sirine. Dengan forward chaining mungkin anda akan berkesimpulan bahwa polisi ingin anda atau seseorang untuk berhenti. Itu adalah fakta awal yang mendukung dua kemungkinan konklusi. Jika mobil polisi membuntuti di belakang anda atau polisi melambaikan tangan memberhentikan anda, maka kesimpulan lebih lanjut adalah polisi ingin anda yang berhenti. Dengan mengadopsi ini sebagai suatu kerja hipotesis, maka anda dapat menggunakan backward chaining untuk alasan “mengapa?”.

Karakteristik forward dan backward chaining :

Forward chainingbackward chaining
Perencanaan, monitoring, controldiagnosis
Disajikan untuk masa depandisajikan untuk masa lalu
Antecedent ke konsekuenkonsekuen ke antecedent
Data memandu, penalaran dari bawah ke atastujuan memandu, penalaran dari atas ke bawah
Bekerja ke depan untuk mendapatkan solusi apa yang yang mengikuti faktabekerja ke belakang untuk mendapatkan fakta yang mendukung hipotesis
Breadth first search dimudahkandepth first search dimudahkan
Antecedent menentukan pencariankonsekuen menentukan pencarian
Penjelasan tidak difasilitasipenjelasan difasilitasi

Kekurangan dari pendekatan ini adalah efisiensi. System backward chaining memudahkan pencarian depth first, sementara itu forward chaining memudahkan pencarian breadth first. Walaupun anda dapat menuliskan aplikasi backward chaining ke system forward chaining dan sebaliknya, system tersebut tidak akan efisien dalam hal pencarian penyelesaiannya. Kesulitan yang kedua adalah konseptual. Pengetahuan diperoleh dari pakar yang harus diubah untuk mengimbangi permintaan dari mesin inferensi.

Sumber : https://sam-worthington.net/

Konsep dari system produksi

Konsep dari system produksi

 

Konsep dari system produksi

Suatu perkalian inferensi yang menghubungkan suatu permasalahan dengan solusinya disebut dengan rantai (chain). Suatu rantai yang dicari atau dilewati / dilintasi dari suatu permasalahan untuk memperoleh solusinya disebut dengan forward chaining. Cara lain menggambarkan forward chaining ini adalah dengan penalaran dari fakta menuju konklusi yang terdapat dari fakta. Suatu rantai yang dilintasi dari suatu hipotesa kembali ke fakta yang mendukung hipotesa tersebut adalah backward chaining. Cara lain menggambarkan backwkard chaining adalah dalam hal tujuan yang dapat dipenuhi dengan pemenuhan sub tujuannya.

Contoh sederhana dari forward dan backward chaining seperti berikut ini : misalkan anda sedang mengemudi dan tiba-tiba anda melihat mobil polisi dengan cahaya kelap-kelip dan bunyi sirine. Dengan forward chaining mungkin anda akan berkesimpulan bahwa polisi ingin anda atau seseorang untuk berhenti. Itu adalah fakta awal yang mendukung dua kemungkinan konklusi. Jika mobil polisi membuntuti di belakang anda atau polisi melambaikan tangan memberhentikan anda, maka kesimpulan lebih lanjut adalah polisi ingin anda yang berhenti. Dengan mengadopsi ini sebagai suatu kerja hipotesis, maka anda dapat menggunakan backward chaining untuk alasan “mengapa?”.

Karakteristik forward dan backward chaining :

Forward chainingbackward chaining
Perencanaan, monitoring, controldiagnosis
Disajikan untuk masa depandisajikan untuk masa lalu
Antecedent ke konsekuenkonsekuen ke antecedent
Data memandu, penalaran dari bawah ke atastujuan memandu, penalaran dari atas ke bawah
Bekerja ke depan untuk mendapatkan solusi apa yang yang mengikuti faktabekerja ke belakang untuk mendapatkan fakta yang mendukung hipotesis
Breadth first search dimudahkandepth first search dimudahkan
Antecedent menentukan pencariankonsekuen menentukan pencarian
Penjelasan tidak difasilitasipenjelasan difasilitasi

Kekurangan dari pendekatan ini adalah efisiensi. System backward chaining memudahkan pencarian depth first, sementara itu forward chaining memudahkan pencarian breadth first. Walaupun anda dapat menuliskan aplikasi backward chaining ke system forward chaining dan sebaliknya, system tersebut tidak akan efisien dalam hal pencarian penyelesaiannya. Kesulitan yang kedua adalah konseptual. Pengetahuan diperoleh dari pakar yang harus diubah untuk mengimbangi permintaan dari mesin inferensi.

Ini Cara Disdik Tingkatkan Mutu Pendidikan Dua Hari, 520 Guru Dicekoki PKB

Ini Cara Disdik Tingkatkan Mutu Pendidikan Dua Hari, 520 Guru Dicekoki PKB

Ini Cara Disdik Tingkatkan Mutu Pendidikan Dua Hari, 520 Guru Dicekoki PKB

Sebanyak 520 guru di Kota Bogor mengikuti pelatihan Pengembangan Kompetensi Berkelanjutan

(PKB) angkatan I Tahun 2018. Kegiatan berlangsung selama dua hari di enam SD yang ada di Kota Hujan. Mereka dibagi dalam dua kelompok, yaitu 240 guru kelas bawah dan 280 guru kelas atas.

Tujuan kegiatan ini untuk mening­katkan kualitas layanan pendidikan di sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan. Termasuk, mening­katkan kompetensi guru untuk men­capai standar kompetensi yang dite­tapkan dalam peraturan yang berlaku. “Intinya, ketika para guru mendapat nilai tambahan dari posttes PKB ini, mereka akan dinilai, kemudian di­rangking, ” kata Kepala Dinas Pendi­dikan (Kadisdik) Kota Bogor, Fahrudin, kepada Metropolitan pada Sabtu (3/11).

Dikatakanya, PKB merupakan kela­njutan dari program guru pembelajar.

Dengan harapan dapat meningkatkan kompetensi guru yang ditunjukkan dengan kenaikan capaian nilai UKG dengan rata-rata nasional yaitu 7,5. “Ketika rangking memenuhi syarat, nantinya mereka akan mengikuti PPG,” ucapnya.

Ia menambahkan, bagi guru yang tidak mengikuti PKB, nilai ’rapor’

mereka tidak akan bertambah. Ka­rena, standar untuk mengikuti pe­serta PPG adalah 7,5. Jadi nilai rapor PKB ini akan mendongkrak nilai UKG dan guru pembelajar mendatang. ”Saya sangat mengapresiasi K3SD tiap ke­camatan yang berinisiatif melaksana­kan PKB ini secara mandiri,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua K3SD Keca­matan Bogor Timur, Dede M Ilyas menjelaskan, PKB dilaksanakan dalam sesi pembelajaran dan praktik. Se­hingga, upaya PKB Mandiri ini dapat menunjang UKG ini akan terealisasi dengan baik. ”Kalau tidak salah, PKB Mandiri ini baru pertama kali dilaks­anakan oleh K3SD masing-masing kecamatan. Mudah-mudahan, dengan pelatihan PKB ini guru SD di Kota Bogor semakin profesional dalam menjalankan tugasnya,” kata Dede.

 

Baca Juga :

Ideanation, Wadah Generasi Muda Rebut Kemerdekaan

Ideanation, Wadah Generasi Muda Rebut Kemerdekaan

Ideanation, Wadah Generasi Muda Rebut Kemerdekaan

Badan Ekse­kutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Bisnis (SB) IPB menyelenggarakan acara Ideanation

di kampusnya, ke­marin. Kegiatan yang mengusung tema ’Super Mind Creates Super Generation’ ini sekaligus mempe­ringati Hari Sum­pah Pemuda yang jatuh pada 28 Oktober.

Hadir dalam acara ini, dekan SB IPB beserta jajarannya. Termasuk menghadirkan lima pembicara yang mewakili industri kreatif di Indone­sia, yaitu Hendy Setiono sebagai Founder of Baba Rafi, Aulion seba­gai youtuber atau conten creator, Barry Likumahuwa dari musician, Tasya Kamila sebagai artis sertaTere Liye sebagai novelist.

Dekan SB IPB, Noer Azam Achsani, mengungkit tentang kemerdekaan. Terdapat tiga aspek

negara yang bisa dikatakan merdeka, yakni merdeka dalam hal pangan, energi dan eko­nomi. “Sayangnya, saat ini Indonesia belum punya ketiganya. Indonesia masih setengah merdeka. Melalui acara Ideanation ini saya berharap generasi muda bisa merebut kem­bali kemerdekaan secara utuh teru­tama di bidang ekonomi,” ujarnya.

Sementara Hendy Setiono mence­ritakan, dirinya membuka usaha ke­tika masih berstatus menjadi maha­siswa saat berusia 19 tahun. Sekarang tak hanya kebab, ia juga telah mele­barkan sayap di bidang kuliner, se­perti cake kekinian dengan meng­gandeng influencer Arif Muhammad dan Tiara Pangestu, foresthree coffee berkolaborasi dengan aktor Deva Ma­hendra hingga Tambak Udang Vana­me di Subang yang direncanakan sebagai franchise udang pertama di Indonesia.

Kebab Baba Rafi yang ia rintis se­lama 15 tahun itu sekarang telah me­miliki 1.300 outlet, tersebar

di seluruh Indonesia dan sembilan negara. “Bis­nis adalah proses belajar. Tidak ada pebisnis yang tidak melewati masa sulit. Kegagalan dan kebangkrutan adalah teman. Dalam bisnis, sangat penting branding dan inovasi untuk dapat bertahan. Jadi yang pertama. Tapi kalau tidak bisa yang pertama, jadi yang terbesar,” ujarnya.

 

Sumber :

https://rollingstone.co.id/

SDN Tanahsareal 4 Kena Sidak Kadisdik

SDN Tanahsareal 4 Kena Sidak Kadisdik

SDN Tanahsareal 4 Kena Sidak Kadisdik

Usai upacara Hari Sumpah Pemuda di lapangan softball GOR Pajajaran kemarin

, Ke­pala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Bogor, Fahrudin, didampingi Kepala Bidang (Kabid) SD Maman Suherman, Kasi Kurikulum dan Ma­najer BOS APBN langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SDN Tanahsareal 4 dan SMPN 20 Kota Bogor.

Dalam kunjungan ke SDN Tanahsa­real 4, Fahrudin memberikan arahan kepada kepala sekolah dan para guru lantaran banyak hal yang perlu dibe­nahi. Mulai dari penataan sekolah, manajemen sekolah hingga bentuk pembinaan kepada sekolah guna me­ningkatkan mutu pelayanan pendi­dikan kepada masyarakat. ”Perlu banyak pembinaan agar suasana be­lajar mengajar menjadi nyaman, se­hingga mutu pendidikan akan meningkat,”ungkapnya.

Suasana berbeda terlihat ketika Fah­rudin mengunjungi SMPN 20. Sebab, di SMPN 20

banyak perubahan yang begitu signifikan. ”Saya dan jajaran Disdik Kota Bogor sangat mengapre­siasi perubahan SMPN 20 yang sang­at bagus dan sesuai apa yang diharapkan,”imbuhnya.

Untuk itu, Fahrudin meminta seko­lah di lingkungan disdik bisa menja­lankan fungsinya

masing-masing sesuai arahan, sehingga kedudukan sekolah bisa bersahabat dan ber­prestasi serta cinta lingkungan sejalan dengan visi misi Pemerintah Kota Bogor untuk memberikan pelayanan prima pendidikan kepada masyarakat.

 

Sumber :

https://voi.co.id/

Manajemen Data Sisi Server

Manajemen Data Sisi Server

Manajemen Data Sisi Server

Manajemen Data Sisi Server

Manajemen Data yang terjadi pada sisi server dapat kita pahami pada versi DBMS dibawah ini.

 MODBMS (Moving Object DBMS)

MODBMS (Memindahkan Obyek DBMS) adalah sebuah DBMS yang menyimpan dan mengelola informasi lokasi serta dinamis lainnya informasi tentang obyek bergerak. MODBMS memungkinkan seseorang untuk mewakili benda-benda bergerak dalam database dan untuk menanyakan pertanyaan tentang gerakan tersebut. Daerah MODBMS merupakan bidang yang belum dijelajahi relatif terhadap RDBMS atau DBMS Spasial di mana beberapa karya yang telah dilakukan dalam standarisasi dan komersialisasi. Ada beberapa penelitian prototipe untuk MODBMS seperti DOMINO tetapi hanya sedikit produk MODBMS komersial. Memindahkan objek dapat diklasifikasikan ke dalam bergerak poin dan bergerak daerah. Memindahkan objek hanya relevan tergantung waktu posisi dalam ruang. Mereka bisa mobil, truk, pesawat terbang, kapal atau ponsel pengguna. Pindah daerah objek bergerak dengan rupa seperti badai, hutan file, tumpahan minyak, wabah penyakit, dan sebagainya. Pindah daerah berubah posisi dan geometri objek dengan waktu sambil bergerak poin hanya berubah posisi benda.

Baca Juga :